PENGALIHAN HAK PERWALIAN KEPADA WALI HAKIM MELALUI HAND PHONE DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus Kantor KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti)

ABDUL SYUKUR, (2013) PENGALIHAN HAK PERWALIAN KEPADA WALI HAKIM MELALUI HAND PHONE DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus Kantor KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013281AH.pdf

Download (503kB) | Preview

Abstract

Penelitian berjudul “Pengalihan Hak Perwalian Kepada Wali Hakim Melalui Hand Phone Ditinjau Menurut Hukum Islam” (Studi Kasus Kantor KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti). Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) yang dilaksankan di Kantor KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari kebanyakan observasi yang dilakukan peneliti menemukan bahwa akad perkawinan yang dilaksanakan, pihak wali menyerahkan hak perwaliannya kepada wali hakim. Pengalihan hak perwalian terjadi setelah pihak KUA menghubungi orang tua atau wali dari calon pengantin, terutama calon pengantin perempuan melalui HP. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti merumuskan beberapa rumusan masalah, yaitu: 1) Apakah faktor-faktor yang melatar-belakangi terjadi pengalihan hak perwalian kepada wali hakim dalam perkawinan di KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti; 2) Bagaimana ketentuan akad pengalihan hak perwalian yang diterima oleh pihak KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti; 3) Bagaimanakan tinjauan hukum Islam terhadap pengalihan hak perwalian kepada wali hakim di KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Subjek dalam penelitian ini adalah pasangan suami isteri yang melakukan akad perkawinan. Sementara objek penelitiannya adalah pengalihan hak perwalian kepada wali hakim di KUA Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 26 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Dengan demikianm sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer, dan sekunder. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan wawancara. Sementara teknik analisa data adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan jalan mengklasifikasikan data-data yang dikumpulkan di lapangan berdasarkan persamaan jenis. Kemudian data tersebut dianalisis dan diuraikan secara gamblang sehingga diperoleh gambaran yang utuh tentang masalah yang diteliti. Setelah dilakukan penelitian tentang pengalihan hak perwalian kepada wali hakim melalui telephone atau HP di KUA Kecamatan Rangsang Barat, sehingga ditarik kesimpulan bahwa: 1) Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadi pengalihan hak perwalian dalam perkawinan di Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni karena faktor menghormati pemimpinan, faktor takut dan khawatir salah dalam melfalkan ijab dan qabul, dan faktor ekonomi, orang tua menderita sakit; 2) Upaya yang dilakukan pihak KUA ketika orang tua tidak hadir dan tidak menjadi wali dalam perkawinan anaknya, yakni menanyakan kepada pasangan calon pengantin tentang ketidakhadiran orang tua atau wali, kemudian pihak KUA menghubungi orang tua dari kedua pasangan calon pengantin melalui via HP atau telephone tentang alasan tidak hadir dalam akad perkawinan tersebut. 3) Dalam perspektif hukum Islam pihak KUA Kecamatan Rangsang Barat tidak melakukan sesuatu yang melanggar ketentuan hukum Islam, akan tetapi pelanggaran tersebut hanya dilakukan oleh pasangan calon suami isteri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:58
Last Modified: 08 Sep 2016 05:56
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3328

Actions (login required)

View Item View Item