TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSPLANTASI RAHIM

TENGKU SYAFRIZAL, (2013) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSPLANTASI RAHIM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_2013273AH.pdf

Download (506kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Tinjauan Hukum Islam Terhadap Transplantasi Rahim. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan bahwa perkembangan sains dalam bidang pengobatan telah menemukan berbagai cara untuk mengatasi masalah kemandulan, diantaranya adalah dengan melakukan transplantsi rahim (uterus). Oleh sebab itu, penelitian ini ingin menjawab permasalahan penelitian bagaimana proses melakukan transplantasi rahim? Dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap transplantasi rahim? Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research), yaitu menghimpun data yang berasal dari buku-buku referensi dan naskah-naskah yang berkaitan dengan transplantasi rahim dan hukum Islam tentang transplantasi rahim. Sumber data diperoleh melalui bahan primer dan bahan sekunder, setelah itu dianalisis dengan deskriptif analisis dan content analisis. Hasil atau temuan penelitian ini adalah : Pertama. Proses operasi transplantasi rahim berjalan seperti proses operasi organ tubuh lainnya. Untuk memindahkan rahim, tim dokter akan menyayat perut pasien sepanjang enam inci (15,24 cm) mulai dari bawah pusar hingga tulang pubis. Untuk itu, penerima organ rahim harus berada dalam keadaan stabil dengan mengkonsumsi obat anti penolakan organ minimal tiga bulan sebelum kehamilan direncanakan. Setelah itu, embrio yang sudah dibekukan di transfer kedalam rahim baru (resipien) dengan cara normal yaitu melalui vagina. Untuk mengurangi resiko komplikasi dan kegagalan kehamilan, setelah proses ini, pasien diharapkan tidak melakukan hubungan seksual. Kedua, Seorang wanita dapat mendonorkan rahimnya kepada wanita lain yang mengalami kerusakan rahim, dengan syarat indung telornya masih berfungsi dengan baik. Tindakan ini menurut Hukum Islam diperbolehkan karena transpalantasi rahim tidak menyebabkan terjadinya pencampuran nasab dan tidak pula mempengaruhi kelangsungan hidup pendonor.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:58
Last Modified: 09 Sep 2016 07:43
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3327

Actions (login required)

View Item View Item