PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PENCURIAN DI TINJAU MENURUT PERSFEKTIF FIQIH JINAYAH (Studi Kasus Pengadilan Negeri Pekanbaru Perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/PBR)

DEDE SETIADI, (2013) PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA PENCURIAN DI TINJAU MENURUT PERSFEKTIF FIQIH JINAYAH (Studi Kasus Pengadilan Negeri Pekanbaru Perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/PBR). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201396JS.pdf

Download (506kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kasus perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/Pbr tentang tindak pidana pencurian, bahwa menurut pasal 362 KUHP, siapa yang melakukan pencurian dihukum paling lama 5 tahun penjara. Namun dalam kenyataan pada kasus perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/Pbr diputus hanya 7 (tujuh) bulan penjara. Dalam hal ini apakah sebenarnya yang menjadi pertimbangan majelis hakim di dalam peroses penyelesaian perkara tindak pidana pencurian dalam kasus perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/Pbr sehingga berbeda dengan ketentuan yang berlaku dan apakah dalam fiqih jinayah juga mempunyai ketentuan-ketentuan yang harus dipertimbangkan dalam peroses penyelesaian kasus pencurian? Berdasarkan latar belakang di atas penulis ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana proses penyelesaian perkara tindak pidana pencurian di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada kasus perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/Pbr? dan bagaimana pula tinjauan fiqih jinayahnya terhadap proses penyelesaian perkara tindak pidana pencurian. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penyelesaian perkara tindak pidana pencurian di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada kasus perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/Pbr dan untuk mengetahui tinjauan fiqih jinayahnya terhadap proses penyelesaian perkara tindak pidana pencurian. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Pengadilan Negeri Pekanbaru, yang terletak di Jln. Teratai No. 85 Pekanbaru Riau. Adapun yang menjadi metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan yang menjadi populasi dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yaitu yang terdiri dari pihak-pihak yang terkait dalam menyelesaikan kasus ini dan terdakwa itu sendiri, karena populasi dalam penelitian ini tidak terlalu banyak, maka dalam penelitian ini populasi sekaligus dijadikn sebagai sampel seluruhnya. iv Hasil dari penelitian yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan bahwa Dalam proses penyelesaian kasus perkara No. 247/Pid/B/2011/PN/PBR, proses penyelesaiannya pada kasus tersebut dalam pemeriksaannya sudah memenuhi standar hukum jinayah, yaitu adanya pelaku, dengan niat sengaja, adanya saksi yang menyaksikan secara langsung, kemudian adanya pengakuan terdakwa adapun sekiranya hakim menetapkan hukuman dengan penjara 7 bulan penjara kepada terdakwa itu adalah bagian dari ijtihad. Kemudian juga dalam hal keputusan hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru dalam penjatuhan hukuman kepada terdakwa Agus Mulyadi alias Agus bin Syahrial dalam pandangan jinayah sudah sesuai, karena hakim dalam menjatuhkan hukuman tersebut berdasrkan beberapa pertimbangan dan unsur- unsur pidana yang ada, jadi dapat dikatakan bahwa keputusan Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap kasus No.247/Pid/B/2011/PN/PBR telah mencerminkan keadilan dan ketepatan hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 342.598 Hukum Konstitusi di Indonesia, Hukum Tata Negara Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara (Siyasah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:47
Last Modified: 08 Sep 2016 06:49
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3095

Actions (login required)

View Item View Item