TINDAK PIDANA PENCURIAN DI WILAYAH HUKUM POLSEK KECAMATAN BAGAN SINEMBAH SUATU TINJAUAN MENURUT FIQIH JINAYAH

SRI MILANI, (2013) TINDAK PIDANA PENCURIAN DI WILAYAH HUKUM POLSEK KECAMATAN BAGAN SINEMBAH SUATU TINJAUAN MENURUT FIQIH JINAYAH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201341JS.pdf

Download (618kB) | Preview

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dahulu wilayah Bagan Sinembah dikenal sebagai daerah yang relatif sangat aman dan tentram, dikarenakan masih sangat minimnya angka kriminalitas yang terjadi. Pada umumnya masyarakat kecamatan Bagan Sinembah taraf ekonominya menengah ke atas. Mencari nafkah penghidupan yang layak di daerah kecamatan Bagan Sinembah sangat mudah. Tetapi belakangan ini, kondisi kejahatan di kecamatan Bagan Sinembah semangkin meningkat setiap tahunnya, khususnya kasus pencurian. Lokasi penelitian ini penulis lakukan di wilayah hukum Polsek kecamatan Bagan Sinembah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian di wilayah hukum Polsek kecamatan Bagan Sinembah, untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak pidana pencurian, dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Subyek penelitian ini adalah para pelaku pencurian dan penegak hukum di wilayah hukum Polsek kecamatan Bagan Sinembah dan yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian jika ditinjau menurut hukum Islam di kecamatan Bagan Sinembah. Populasi dalam penelitian ini adalah aparat kepolisian dan para pelaku pencurian. Dari pihak kepolisian sebanyak 2 orang yaitu Kapolsek dan Kanit Reskrim di Polsek Bagan Sinembah dan dari pihak pelaku pencurian penulis mengambil sampel sebanyak 17 orang dengan menggunakan purposive sampling. Sumber data penelitian ini adalah data primer yaitu diambil dari penegak hukum dan para pelaku pencurian dan dari data sekunder yaitu kepustakaan dan internet. Teknik pengumpulan data yang i ii digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket. Setelah data tersebut diperoleh, lalu dianalisa dengan menggunakan deskriftif analitik. Melalui angket, wawancara, dan observasi di lapangan dengan responden, di peroleh jawaban-jawaban bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian adalah faktor sosial dan faktor ekologis. Aparat kepolisian telah melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan pencurian yaitu upaya preventif dan upaya refresif. Dari uraian-uraian yang disajikan dan dari berbagai tinjauan maka penulis memperoleh bahwa aparat kepolisian telah melakukan upaya-upaya dalam pencegahan terjadinya tindak pidana pencurian di kecamatan Bagan Sinembah. Namun upaya-upaya aparat kepolisian kecamatan Bagan Sinembah belum maksimal. Hal ini dikarenakan aparat kepolisisan mengalami hambatan dalam menangani kejahatan pencurian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 342.598 Hukum Konstitusi di Indonesia, Hukum Tata Negara Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara (Siyasah)
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:47
Last Modified: 09 Sep 2016 04:51
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3094

Actions (login required)

View Item View Item