ANALISIS KEANDALAN INSTRUMENTASI PADA COOLING WATER SYSTEM (CWS) PLTG UNIT 1 DAN FUEL OIL SUPPLY (FOS) PLTG UNIT 3 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus PT. PLN PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru)

Wawan Hartono (2016) ANALISIS KEANDALAN INSTRUMENTASI PADA COOLING WATER SYSTEM (CWS) PLTG UNIT 1 DAN FUEL OIL SUPPLY (FOS) PLTG UNIT 3 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus PT. PLN PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (439kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (460kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (456kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (251kB) | Preview

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam dunia energi listrik, keandalan sistem untuk mencapai hasil energi listrik yang maksimal sangat penting. Cooling Water System adalah sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas. Dan yang digunakan adalah air. Air dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada bearing atau poros turbin dan Fuel Oil Supply merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mensuplai bahan bakar solar atau High Speed Diesel (HSD). Pada Cooling Water System dan Fuel Oil Supply sering terjadi kegagalan. Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu bentuk analisa kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi mode-mode kegagalan dari suatu penyebab kegagalan, serta dampak kegagalan yang ditimbulkan oleh setiap komponen terhadap suatu sistem. Data yang digunakan adalah data kegagalan dan kerusakan tahun 2014. Dari hasil analisis yang diperoleh bahwa instrumentasi pada Cooling Water Systemdan dan Fuel Oil Supply Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Unit 1 dan Unit 3 adalah andal. Ini sesuai dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) bahwa instrumentasi dikatakan andal apabila nilai Risk Priority Number (RPN) kecil dari 200 atau bisa dikatakan tidak lebih dari 200. Kata kunci: Cooling Water System(CWS), Fuel Oil Supply (FOS), Failure Mode And Effect Analysis(FMEA), High Speed Diesel (HSD), Risk Priority Number (RPN).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 620 Ilmu Teknik > 621 Fisika Terapan > 621.381 Teknik Elektronika
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Elektro
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 22 Mar 2016 02:36
Last Modified: 22 Mar 2016 02:36
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3081

Actions (login required)

View Item View Item