ANALISIS TERHADAP HADITS MINUM KHAMAR TIDAK DITERIMA SHALAT SELAMA 40 HARI

AKMALUDDIN, (2013) ANALISIS TERHADAP HADITS MINUM KHAMAR TIDAK DITERIMA SHALAT SELAMA 40 HARI. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201358TH.pdf

Download (504kB) | Preview

Abstract

Khamar merupakan salah satu minuman yang dapat membahayakan tubuh manusia. Sepanjang perkembangan zaman, khamar ini sejak zaman dahulu sampai sekarang sangatlah banyak dengan berbagai macam nama, karena setiap yang memabukkan bisa disebut dengan khamar. Seperti, narkotika, ganja, putau, dan minuman-minuman dengan berbagai merek yang semuanya itu dapat menghilangkan ingatan dan juga dzikir kepada Allah Swt. Kata-kata khamar diambil dari bahasa Arab yaitu خمرا , yang artinya arak atau minuman keras. Adapun dosa yang akan diterima oleh peminum khamar ini sangatlah besar, di antaranya shalat mereka tidak akan diterima selama 40 hari. Inilah yang akan penulis angkat dalam skripsi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas sanad dan makna dari hadits minum khamar tidak diterima shalat 40 hari, yaitu mereka tidak akan mendapatkan pahala dari shalat yang mereka lakukan selama 40 hari tersebut jika mereka tidak bertaubat kepada Allah Swt hingga sampai tiga kali, karena jika ia bertaubat setelah meminum kali yang keempat maka Allah tidak akan menerima taubatnya. Dalam hal ini bukannya Allah Swt membatasi taubat seseorang, karena Allah Swt maha penerima taubat hamba-hambanya. Adapun jenis penelitian ini yaitu library research dengan menggunakan langkah Takhrijul al-Hadits. Dalam hal ini penulis mengeluarkan seluruh haditshadits yang berkenaan dengan minum khamar tidak diterima shalat selama 40 hari, dengan menggunakan kitab Mu’jam al-Mufahrasy Li Alfadz al-Hadits an-Nabawy karya seorang orientalis kenamaan asal belanda bernama Arnold JhonWensinck, selanjutnya penulis akan melakukan penelitian terhadap perawi hadits, dalam hal ini penulis akan membatasi dengan hanya meneliti dua periwayat saja, yaitu Abu Daud dan at-Turmudzi, karena matan hadits dalam kitab Ahmad bin Hanbal, dan Ibnu Majah, terdapat kesamaan matan hadits. Maka dari penilitian hadits tersebut secara keseluruhan dari segi kualitas berstatus shahih serta sanadnya bersambung dan dari segi kuantitas berstatus shahih karena didukung oleh hadits-hadits selain dari riwayat Abu Daud dan at-Turmudzi, maka hadits tersebut dapat diamalkan Insyaallah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:44
Last Modified: 08 Sep 2016 06:05
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3042

Actions (login required)

View Item View Item