METODE DAN CORAK PENAFSIRAN AL-QASIMI DALAM TAFSIR MAHAASIN AT-TA’WIL

NASRULLAH, (2013) METODE DAN CORAK PENAFSIRAN AL-QASIMI DALAM TAFSIR MAHAASIN AT-TA’WIL. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201352TH.pdf

Download (275kB) | Preview

Abstract

Al-Quran diwahyukan sebagai kitab arahan bagi manusia, sekaligus untuk memberi pemahaman yang benar bagaimana cara untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk memahami kandungan al-Quran diperlukan adanya penafsiran terhadap ayat-ayat. Kajian tafsir terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif tentu diperlukan suatu metode atau cara tertentu dalam menafsirkan al-Quran. Sedangkan metode yang digunakan untuk menafsirkan al-Quran itu terbagi empat, yaitu metode tahlili, ijmali, muqaran, dan metode maudhu’i. Sedangkan dilihat dari sumber pengambilan tafsirnya terbagi menjadi dua yaitu tafsir secara bi alma’tsur dan tafsir secara bi al-ra’yi. Begitu pula corak tafsir secara garis besar dibagi menjadi lima corak, yaitu ilmi, fiqih, sufi, falsafi, dan adabi wa al-Ijtima’i. Dalam menggunakan metode dan corak ketika menafsirkan al-Quran, seorang mufassir menggunakan metode dan corak yang berbeda-beda. Diantaranya adalah Muhammad Jamaluddin al-Qasimi, yaitu seorang mufassir yang berasal dari sebuah desa kecil, Qasimi, Syam (Suriah). Karya tafsirnya adalah Mahaasin at-Ta’wil dengan karakteristik dan keilmuan yang dikuasainya tentunya memberi warna tersendiri terhadap metode dan corak tafsirnya. Jenis penelitian ini adalah library research yang memiliki sumber data primer kitab tafsir Mahaasin at-Ta’wil . Dalam penelitian ini, pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan, baik melalui membaca, meneliti, memahami buku-buku, artikel maupun literatur lain yang sifatnya terkait dengan pembahasan penulis. Pada skripsi ini, penulis mencoba mengangkat salahsatu karya terbesar al- Qasimi yakni tafsir Mahaasin at-Ta’wil, kajian terhadap metode dan corak penafsiran Muhammad Jamaluddin al-Qasimi terhadap al-Quran. Untuk mengetahui metode dan corak al-Qasimi dalam menafsirkan al-Quran, maka penulis berusaha mengkaji terhadap kitab tafsirnya yang terdiri dari 17 jilid. Dari kajian yang penulis lakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa metode yang digunakan oleh al-Qasimi adalah tahlili. Hal ini terlihat dari penafsirannya. Sedangkan corak yang digunakan dalam menafsirkan al-Quran adalah fiqih, ilmi, dan teologis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:44
Last Modified: 09 Sep 2016 03:51
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3040

Actions (login required)

View Item View Item