HADITS TENTANG ORANG YANG MENCURI DALAM SHALAT (STUDI ANALISIS SANAD DAN MA’ANI HADITS)

RIKI RIKARDO, (2013) HADITS TENTANG ORANG YANG MENCURI DALAM SHALAT (STUDI ANALISIS SANAD DAN MA’ANI HADITS). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201346TH.pdf

Download (584kB) | Preview

Abstract

Shalat merupakan ibadah dalam rukun Islam dan hukumnya wajib bagi setiap mukallaf dalam kondisi apapun. Shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan khusus, yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, dan juga merupakan salah satu ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari diri seorang manusia. Sebagai amalan yang pertama kali dihisab, maka shalat seharusnya dilaksanakan dengan sempurna, baik dari segi bacaan, maupun gerakan seperti ruku’ dan sujud. Rasullullah menggambarkan di dalam haditsnya bahwasannya bagi seseorang yang tidak menyempurnakan shalatnya berarti dia telah melakukan salah satu bentuk pencurian. Maksudnya ialah orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya ketika melaksanakan shalat. Dan kebanyakan yang merusak shalat secara umum adalah kelalaian mereka dalam thuma’ninah. Thuma’ninah adalah diam atau sempurna, maksudnya di sini ialah diam sesudah menyempurnakan gerakan, meski hanya beberapa waktu dan hukumnya wajib terutama dalam ruku’, sujud dan khusyu’. Maka skripsi ini berjudul “Hadits Tentang Orang Yang Mencuri Dalam Shalat (Studi Analisis Sanad dan Ma’ani Hadits”. Sedangkan permasalahannya adalah 1. Bagaimana kualitas hadits tentang orang yang mencuri dalam shalat? 2. Bagaimana pemahaman hadits tentang orang yang mencuri dalam shalat? Jenis penelitian skripsi ini adalah studi pustaka (library research), yang menjadi sumber data adalah hadits yang memuat masalah tentang orang yang mencuri dalam shalat, yaitu yang terdapat dalam kitab muwaththa’ Malik, musnad Ahmad bin Hanbal dan sunan ad-Darimiy. Sedangkan data sekunder adalah data yang bersifat pendukung dan data yang memperkuat data primer. Data ini bersumber dari literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas. Kesimpulan akhir dari penelitian hadits tentang orang yang mencuri dalam shalat ini adalah: 1. Orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya ketika melaksanakan shalat berarti dia telah melakukan salah satu bentuk pencurian. 2. Dengan melihat semua hadits tentang orang yang mencuri dalam shalat, maka yang dapat dijadikan hujjah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal dari kedua jalur dengan kualitas hadits shahih dan hasan. Sementara, hadits yang diriwayatkan oleh Imam ad-Darimiy adalah hadits yang dinilai lemah, sehingga tidak dapat dijadikan hujjah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:42
Last Modified: 09 Sep 2016 04:19
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3037

Actions (login required)

View Item View Item