ANALISIS KEANDALAN PENGGUNAAN SCADA PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) FEEDER 15 BANGAU SAKTI MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY NETWORK EQUIVALENT APPROACH (RNEA)

Muchtar Hermadi Andre, (2016) ANALISIS KEANDALAN PENGGUNAAN SCADA PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) FEEDER 15 BANGAU SAKTI MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY NETWORK EQUIVALENT APPROACH (RNEA). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (607kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (747kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (551kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (253kB) | Preview

Abstract

Kualitas keandalan pelayanan energi listrik dapat dilihat dari seberapa sering terjadi pemadaman dan lamanya pemadaman yang terjadi dalam selang waktu tertentu. Sistem SCADA digunakan untuk pengawasan dan pengendalian kinerja sistem distribusi secara real time dan berbasis komputer. Sistem SCADA yang telah terintegrasi ke sistem distribusi listrik memiliki kemampuan untuk meminimalkan distrubanced yang memiliki implikasi pada indeks keandalan jaringan distribusi listrik. Evaluasi keandalan konfigurasi radial membutuhkan perhitungan yang cukup rumit dan sangat banyak. Metoda Reability Network Equivalent Approach (RNEA) digunakan untuk menganalisis keandalan sistem distribusi yang besar dan kompleks dengan pendekatan elemen ekuivalen. Rangkaian ekuivalen digunakan untuk mengganti bagian sistem distribusi dan menyusun kembali sistem distribusi kedalam bentuk seri dan sederhana. Sebagai sampel dalam penelitian ini diambil penyulang 15 Bangau Sakti, yang merupakan penyulang berkonfigurasi radial. Dari studi ini didapatkan nilai indeks load point dan indeks sistem baik sebelum sistem distribusi terintegrasi SCADA tahun 2013 maupun sebelum terintegrasi SCADA tahun 2014. Hasil studi menunjukkan, nilai SAIFI penyulang Bangau Sakti sebesar 1,332 kali/tahun pada tahun 2013 serta 1,301 kali/tahun pada tahun 2014, nilai SAIDI 4,907 jam/tahun pada tahun 2013 dan 4,733 jam/tahun pada tahun 2014, sedangkan nilai CAIDI sebesar 3,685 jam/tahun pada tahun 2013 dan 3,638 jam/tahun pada tahun 2014. Adapun peningkatan nilai indeks keandalan yang didapat adalah SAIFI sebesar 22,7%, SAIDI sebesar 35,1% dan CAIDI sebesar 12,7%. Kata Kunci: CAIDI, Keandalan, RNEA, SAIDI, SAIFI, SCADA

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 620 Ilmu Teknik > 621 Fisika Terapan > 621.381 Teknik Elektronika
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Elektro
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 21 Mar 2016 02:20
Last Modified: 21 Mar 2016 02:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3034

Actions (login required)

View Item View Item