NIKAH MUT’AH MENURUT QURAISH SHIHAB ( Tinjauan dalam Tafsîr Al-Mishbâh)

NURBASMALAH, (2013) NIKAH MUT’AH MENURUT QURAISH SHIHAB ( Tinjauan dalam Tafsîr Al-Mishbâh). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201337TH.pdf

Download (877kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul: “NIKAH MUT’AH MENURUT QURAISH SHIHAB“ (Tinjauan dalam Tafsîr Al-Mishbâh). Penulis sengaja memilih tema ini karena dirasa sangat menarik dan penting untuk dikaji. Apalagi melihat kondisi masyarakat bangsa yang akhir-akhir ini semakin banyak melakukan praktik nikah mut’ah. Diantara faktor mengapa nikah mut’ah atau kawin kontrak ini semakin marak, adalah ada sebagian masyarakat menganggap bahwa nikah seperti itu adalah bagian dari pemahaman agama, sementara yang lain sebagai sarana untuk memperbaiki taraf hidup yang semakin sulit. Di balik itu, ada juga untuk memperbaiki keturunan. Anehnya masih ada saja budaya sebagian masyarakat kita, yang menganggap bahwa anak perempuan adalah aset keluarga yang pada sa’atnya dapat dijadikan sebagai perbaikan ekonomi keluarga. Wacana tentang nikah mut’ah memang bukan suatu fenomena yang baru dalam lintasan sejarah Islam. Nikah mut’ah ini termasuk salah satu pembahasan yang sangat sarat dengan nilai kontroversi di antara dua aliran besar yakni Sunni dan Syi’ah. Kontroversi tersebut masih sangat terasa hingga sa’at ini. Ada yang menyatakannya halal dan ada juga yang menegaskan keharamannya. Yang menyatakan halal, ada yang demikian longgar dan ada juga yang membolehkannya hanya dalam keadaan kebutuhan yang mendesak atau darurat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dan dalam penelitian ini penulis menggunakan salah satu dari empat pisau analisa tafsir yang ditawarkan oleh Abdul Ḫayy Farmawi, yaitu metode tematik (maudhû’î). Data penelitian didapat dari kitab Tafsîr Al-Mishbâh dan literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas, kemudian mengklasifikasinya sesuai dengan topik, melakukan kutipan langsung atau tidak langsung, barulah disusun secara sistematis guna menemukan jawaban yang akan dianalisa. Penelitian pada skripsi ini berusaha mengungkap bagaimana nikah mut’ah menurut Qurasih Shihab di dalam tafsirnya Al-Mishbâh. Adapun mengenai penafsiran Quraish Shihab terhadap nikah mut’ah, menurut hemat penulis, beliau tidak sependapat dengan kelompok yang menghalalkan nikah mut’ah ini. Karena menurutnya tidak sejalan dengan al-Qur`an dan tujuan pernikahan yang sesungguhnya, yang bukan hanya sebatas pelampiasan nafsu semata, namun ada hal besar yang mesti dicapai dalam ikatan suci (pernikahan) ini. Hal ini dapat terlihat dari kritikan yang beliau lontarkan kepada salah satu argumen kelompok Syi’ah tentang ayat 24 dari surah an-Nisa` ini yang meyakini dalil tentang nikah mut’ah. Beliau berargumen bahwa yang pasti itu teksnya, bukan penafsirannya. Kemudian beliau juga mengkritik mufassir kenamaan Syi’ah yakni Thaba`thaba’i, dalam hal mas kawin dalam mut’ah yang berupa أجر , bukan shidaq/mahar, Quraish menyangkalnya, karena ternyata dalam pernikahan putri Nabi Syu’aib dengan Nabi Musa maskawinnya juga berupa أجر , dan pernikahan mereka bukanlah mut’ah. Namun disisi lain, beliau mengatakan, jika pendapat yang membolehkan dapat diterima karena bersifat darurat, bukan berarti mut’ah dapat dilakukan dengan bebas. Dalam hal ini beliau berpegang pada syarat-syarat dan ketentuan yang diberikan oleh kelompok yang membolehkan nikah mut’ah vii (Syi’ah). Pendapatnya ini hampir sama dengan pendapat Ibnu ‘Asyur yang menerima mut’ah jika dalam keadaan darurat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:41
Last Modified: 09 Sep 2016 04:03
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3029

Actions (login required)

View Item View Item