PENGULANGAN LAFAZ DALAM HADIS NABI (STUDI MA’ANI HADIS)

DAHLENI LUBIS, (2013) PENGULANGAN LAFAZ DALAM HADIS NABI (STUDI MA’ANI HADIS). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201302TH.pdf

Download (402kB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul: “PENGULANGAN LAFAZ DALAM HADIS NABI (Studi Ma’ani Hadis)” al-Hadits atau al-Sunnah atau juga yang sering disebut dengan al-Khabar merupakan sumber hokum yang kedua setelah al-Qur’an, namun dalam praktek kesehariannya, umat Islam lebih sering mengambil dalil-dalil yang bersumber dari hadis. Hal ini tidak bisa disalahkan, karena al-Hadits memang merupakan penafsiran dari al-Qur’an dan dalil-dalil yang didapat dari hadis. Pengulangan adalah perbuatan atau hal dan sebagainya mengenai ulangan, sedangkan lafaz adalah sebutan atau ucapan yang baik dari kata, dan perkataan yang diucapkan. Al-Tikrar atau pengulangan dalam al-Qur’an ialah pengulangan redaksi kalimat atau ayat al-Qur’an dua kali atau lebih, baik itu terjadi dalam lafalnya atau maknanya dengan tujuan dan alasan tertentu. Al-Tikrar dalam al- Qur’an di bagi menjadi dua macam: Pertama, al-Tikrar Lafdzi ialah pengulangan redaksi ayat di dalam al-Qur’an baik berupa huruf-hurufnya, kata ataupun redaksi kalimatnya atau ayatnya. Kedua, al-Tikrar Maknawi ialah pengulangan redaksi ayat di dalam al-Qur’an yang pengulangannya di titik beratkan kepada makna atau maksud, dan tujuan pengulangan tersebut. Pengulangan lafaz dalam sebuah ucapan itu untuk memberikan kefahaman dalam penjelasan, lebih-lebih dalam perkara agama. Menurut al-Khaththabi, pengulangan lafaz adakalanya audien tidak faham karena tidak begitu mendengar, maka diulangi ucapan atau penjelasan hingga berulang kali. Adakalanya ucapan yang isykal, maka itu pun diulanginya, agar para audien memahami maksud yang dijelaskan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa hadis-hadis pengulangan Lafaz guna memahami makna pesan Nabi SAW. Menggali argumentasi dari pesan Nabi SAW. tersebut dengan pendekatan multidisiplin. Adapun metode penelitian ini penulis menggunakan sistem kepustakaan atau reseach library, yakni peneliti mengumpulkan matan-matan hadis yang diulang lafaznya dari sumber sekunder Riyadh al-Shalihin, Kutub al-Tis’ah, dan kitab-kitab lain yang mendukung atau memuat obyek penelitian ini. Kemudian dalam menganalisa data, penulis menggunakan analisis data kualitatif dengan pendekatan multidisiplin. Pendekatan multidisiplin adalah pendekatan dengan menggunakan pengembangan sejumlah disiplin ilmu yang lain, seperti ilmu tentang motifasi, ilmu tentang fisiologi, psikologi, sience. Oleh karena itu, dengan menganalisa, maka ditemukan beberapa makna yang terkandung di dalam matan-matan hadis tersebut, yang terlebih dahulu penulis mendialogkan dengan Al-Qur’an. Dan dengan menggunakan pengembangan sejumlah disiplin ilmu yang lain dengan tujuan memperoleh hasil secara rasional dan empiris agar hadis tersebut bisa dipahami secara tekstual maupun kontekstual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 20 May 2016 03:37
Last Modified: 08 Sep 2016 06:48
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/3018

Actions (login required)

View Item View Item