SISTEM PEMBINAAN KETERAMPILAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA (UPT PSBR) PEKANBARU

Jasnimar, (2013) SISTEM PEMBINAAN KETERAMPILAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PELAYANAN SOSIAL BINA REMAJA (UPT PSBR) PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201343MD.pdf

Download (333kB) | Preview

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja (UPT PSBR) merupakan suatu lembaga kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada remaja putus sekolah yang menyandang masalah sosial guna menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan kerja sehingga remaja dapat melaksanakan fungsi sosialnya sebagai anggota masyarakat yang terampil dan aktif berpartisipasi secara produktif. Penelitian ini membatasi permasalahannya yaitu bagaimana sistem pembinaan keterampilan remaja putus sekolah di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja (UPT PSBR) Pekanbaru. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pengurus UPT PSBR, dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah sistem pembinaan keterampilan remaja putus sekolah di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Bina Remaja (UPT PSBR) Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis Kualitatif. Hasil analisis menyatakan bahwa pertama adanya tutor/tutorial dalam proses pembinaan yang didalamnya terdapat kualifikasi pendidikan, kualifikasi pelatihan, kualifikasi jabatan/pangkat serta kualifikasi pengalaman, Kedua adanya pembinaan materi, yang didalamnya terdapat, pembinaan jasmani, pembinaan sosial agama/mental, pembinaan menjahit dan otomotif (roda dua) ketiga pembinaan metode, yang didalamnya terdapat metode ceramah, metode diskusi, metode kelompok, dan keterampilan khusus, keempat adanya sarana gedung yang didalamnya terdapat gedung belajar, asrama siswa (asrama vinus) serta adanya kantor , kelima adanya fasilitas seperti ruang kelas, dan laboratorium keenam adanya biaya pengelola dan operasional ketujuh adanya peserta dalam proses pembinaan. Adapun faktor yang mempengaruhi sistem pembinaan keterampilan remaja adalah kemauan yang kuat dari remaja, sarana dan prasarana yang mendukung seperti mesin jahit, dan perlengkapan otomotif, dukungan dari perusahaan-perusahaan magang yang mereka tempati, dukungan kuat dari keluarga remaja, serta banyaknya kegiatan ektrakurikuler yang diadakan di UPT PSBR. Adapun faktor yang menghambat dari sistem pembinaan keterampilan remaja dapat dilihat dengan perekrutan remaja yang minim, tidak memenuhi kriteria dalam proses pembinaan, mayoritas berusia 13-20 tahun, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta keterbatasan tenaga profesional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Manajemen Dakwah
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 18 Mar 2016 03:47
Last Modified: 08 Sep 2016 07:52
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2954

Actions (login required)

View Item View Item