TUNTUTAN GANTI RUGI AKIBAT DARI PERBUATAN WANPRESTASI (Studi Kasus Pada Perkara No. 43/ Pdt. G/ 2011/ PN. PBR).

N I N A. S, (2013) TUNTUTAN GANTI RUGI AKIBAT DARI PERBUATAN WANPRESTASI (Studi Kasus Pada Perkara No. 43/ Pdt. G/ 2011/ PN. PBR). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYRIEF RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_2013264IH.pdf

Download (334kB) | Preview

Abstract

Berawal dari sebuah perjanjian jual beli tanah terjadi sengketa yang penentuannya berakhir pada Pengadilan. Dimana (La ode Abbas) selaku Penggugat telah membuat gugatan ke Pengadilan Negeri atas dasar wanprestasi dengan menuntut ganti rugi. Karena (Jusdi) selaku Tergugat I tidak mau membayar angsuran tanah yang ia beli kepada Penggugat, sebagaimana yang telah tertulis di Surat perjanjian, serta dana Penggugat yang akan digunakan untuk megurus surat-surat tanah tidak pernah diberikan tergugat I. Dan (Risnaldi SH) selaku Tergugat II dan sekaligus sebagai pembuat akta perjanjian, tidak pernah menyampaikan salinan akta pengikatan jual beli tersebut dan tidak pernah membacakan dan menjelaskan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Karena Tergugat I telah wanprestasi maka Penggugat menjual kembali tanah yang menjadi obyek perjanjian tersebut pada pihak ketiga dengan sepengetahuan Tergugat I. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang Bagaimana tuntutan ganti rugi akibat wanprestasi dalam perkara perdata No.43/Pdt.G/2011/PN.Pbr serta Bagaimana putusan hakim terhadap tuntutan ganti rugi dari perbuatan wanprestasi dalam perkara perdata No.43/Pdt.G/2011/PN.Pbr. Jenis penelitian ini adalah penelian hukum normatif, yaitu penelitihan yang dilakukan berdasarkan data sekunder dengan cara studi kasus yaitu mempelajari putusan perkara No. 43/Pdt.G/2011/PN.PBR. dilihat dari sifatnya penelitihan ini bersifat deskriptif yakni memberikan gambaran secara rinci dan jelas tentang masalah yang diteliti. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Tuntutan Ganti Rugi Akibat Wanprestasi pada Perkara Perdata No. 43/pdt.G/ 2011/ PN.PBR dalam gugatan Konpesi ditolak oleh hakim dan mengabulkan gugatan Rekonpensi karena dalam gugatan Rekonpensi Penggugat Rekonpensi/Tergugat I Konpensi dapat membuktikan secara hukum tentang haknya dan dalam gugatan Rekonpensi juga menjelaskan bahwa Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi telah melakukan wanprestasi yang diuraikan dalam posita gugatan Rekonpensi lengkap dengan seluruh alat buktinya. Sedangkan mengenai Putusan Hakim dalam perkara perdata No.43/PDT.G/2011/PN.PBR dalam Konpensi adalah menolak gugatan Penggugat Konpensi seluruhnya dan dalam Rekonpensi hakim mengabulkan tuntuan sebahagian dan menolak selebihnya namun, Hakim memutuskan gugatan itu melebihi dari apa yang digugat oleh Penggugat Rekonvensi, maka hakim tersebut Ultra Petitum, karena dalam gugatan Rekonpensi yang intinya Penggugat Rekonpensi menuntut ganti rugi atas beaya pengurusan tanah yang dikeluarkan Penggugat Rekonpensi/Tergugat I Konpensi sebesar Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) sedangkan dari putusan hakim di atas terlihat jelas masalah pada Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi dihukum dengan harus membayar ganti rugi atas beaya pengurusan tanah yang dikeluarkan Penggugat Rekonpensi/Tergugat I Konpensi sebesar Rp 260.000.000,- (dua ratus enam puluh juta rupiah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 342.598 Hukum Konstitusi di Indonesia, Hukum Tata Negara Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 17 Mar 2016 08:20
Last Modified: 17 Mar 2016 08:20
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2940

Actions (login required)

View Item View Item