PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN FIDUSIA PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARI’AH MANDIRI SEJAHTERA DI TELUK BELITUNG

SITI YULINENGSIH, (2013) PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN FIDUSIA PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARI’AH MANDIRI SEJAHTERA DI TELUK BELITUNG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYRIEF RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_2013263IH.pdf

Download (276kB) | Preview

Abstract

Perjanjian pada umumnya dibuat dengan tujuan yang beraneka macam, dimana perjanjian kredit ini didasarkan atas dasar kepercayaan. Kepercayaan dari sipemberi kredit adalah ia percaya kepada penerima kredit, bahwa kredit yang diberikan pasti akan dikembalikan. Sedangkan bagi penerima kredit mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati, Karena setiap pemberian kredit itu mengandung resiko tidak lancarnya pembayaran kembali terhadap kredit yang telah disalurkan, untuk itu perlu di antisipasi dengan pemberian jaminan yang cukup aman. Oleh karena jaminan ini bertujuan untuk menjamin pelaksanaan perjanjian kredit. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Penyelesaian Wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia pada koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Mandiri Sejahtera di Teluk Belitung ?(2) Apa Faktor penghambat dalam penyelesaian Wanprestasi pada koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Mandiri Sejahtera Di teluk Belitung ? Penelitian ini di lakukan di Teluk Belitung, Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian Wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia pada koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Mandiri Sejahtera di Teluk Belitung dan mengetahui Faktor penghambat dalam penyelesaian Wanprestasi pada koperasi Jasa Keuangan Syari’ah Mandiri Sejahtera Di teluk Belitung. Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis ini bahwa penyelesaian bagi nasabah yang ingkar janji yaitu ada yang hanya melalui peneguran saja, ada juga yang melalui negosiasi yaitu mengubah persyaratan, misalnya penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu atau penurunan suku bunga, tetapi ada juga sebagian nasabah yang tidak bisa bernegosiasi. Faktor penghambat dalam penyelesaian Wanprestasi pada koperasi jasa keuangan syari’ah mandiri sejahtera yaitu disebabkan usaha yang dibuat oleh nasabah telah bangkrut, secara otomatis nasabah tersebut tidak mempunyai penghasilan untuk membayar angsurannya. Maka dari itu kreditur harus lebih teliti kepada calon debitur, yaitu apabila seorang calon debitur ingin meminjam uang maka dilihat profesi dan latar belakangnya terlebih dahulu, Karena profesi seseorang bisa menjamin atau meyakinkan pihak koperasi bahwa nasabah bisa melunasi kreditnya, jika nasabah itu tidak mempunyai pekerjaan yang tetap maka pihak analisis atau koperasi akan meneliti lebih lama dan sulit untuk di terima permohonannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > 342.598 Hukum Konstitusi di Indonesia, Hukum Tata Negara Indonesia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 17 Mar 2016 08:16
Last Modified: 17 Mar 2016 08:16
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2939

Actions (login required)

View Item View Item