PELAKSANAAN PENAHANAN BENDA GADAI TERHADAP BENDA MILIK DEBITUR OLEH PERUM PEGADAIAN APABILA DEBITUR WANPRESTASI (Studi Kasus Perum Pegadaian Cabang Pekanbaru Kota)

IDES PUSPITA SARI, (2012) PELAKSANAAN PENAHANAN BENDA GADAI TERHADAP BENDA MILIK DEBITUR OLEH PERUM PEGADAIAN APABILA DEBITUR WANPRESTASI (Studi Kasus Perum Pegadaian Cabang Pekanbaru Kota). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYRIEF RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_2013117IH.pdf

Download (284kB) | Preview

Abstract

Perusahaan umun pegadaian adalah salah satu lembaga yang menyalurkan kredit kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman dengan memberikan suatu benda bergerak yang dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman tersebut. Tugas pokok adalah memberi pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. Perum pegadaian didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 103 tahun 2000 tentang Perusahaan Umum Pegadaian. Adapun Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tindakan dan akibat hukum dari debitur yang wanprestasi oleh Perum Pegadaian Cabang Pekanbaru Kota, dan apakah kendala-kendala yang dihadapi oleh Perum Pegadaian Cabang Pekanbaru Kota dan penyelesaian dalam pelaksanaan penahanan benda gadai. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum sosiologis yaitu penelitian langsung kelapangan. Untuk pengumpulan data di peroleh dari observasi, wawancara dan angket. Sifat dari penelitian ini Deskriptif, dalam penelitian ini ditetapkan yang menjadi populasi dan responden yaitu 1 orang pemimpin cabang pegadaian cabang Pekanbaru kota, 1 orang pegawai perum pegadaian cabang Pekanbaru kota bagian manajer fidusia dan jasa lainnya, dan 20 orang debitur atau nasabah sehingga total populasi dan responden berjumlah 22 orang. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana tindakan dari perum pegadaian terhadap debitur yang wanprestasi, yang disebabkan oleh debitur yang lalai dalam memenuhi kewajibannya. Akibat hukum tersebut yaitu terjadinya wanprestasi (ingkar janji). Keterlambatan pembayaran angsuran kredit yang telah jatuh tempo pihak pegadaian memberikan somasi kepada nasabah atau debitur, apabila tidak diindahkan maka pihak pegadaian akan melakukan pelelangan terhadap benda gadai tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 10 Mar 2016 07:35
Last Modified: 10 Mar 2016 07:35
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2911

Actions (login required)

View Item View Item