PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR PADA PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE (FIF) CABANG KOTA PEKANBARU

TONI SETIAWAN, (2012) PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR PADA PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE (FIF) CABANG KOTA PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201321IH.pdf

Download (384kB) | Preview

Abstract

Salah satu sistim pembiayaan alternatif yang cukup berperan aktif dalam menunjang dunia usaha akhir-akhir ini yaitu pembiayaan konsumen atau dikenal dengan istilah consumer service. Berdasarkan pasal 1 angka (6) Keppres No. 61 tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, perusahaan pembiayaan konsumen adalah, “Badan usaha yang melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistim pembayaran berkala”. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen sepeda motor pada PT FIF Kota Pekanbaru ?, (2) Bagaimana penyelesaiannya apabila terjadi perselisihan antara pihak kreditur (perusahaan pembiayaan) dan pihak debitur (konsumen) yang timbul karena wanprestasi ? Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen sepeda motor pada PT. FIF Kota Pekanbaru. (2) Untuk mengetahui bagaimana cara menyelesaikan masalah apabila terjadi perselisihan antara pihak debitur (konsumen) dan kreditur yang timbul karena wanprestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Lokasi penelitian di jl soekarno hatta no 13 pekanbaru PT FIF Kota Pekanbaru, Pendekatan yang digunakan berupa metode observasi, wawancara dan angket. Sumber data dalam penelitian ini adalah Credit Marketing Officer PT FIF Kota Pekanbaru, A/R Head PT FIF Kota Pekanbaru dan Konsumen PT FIF Kota Pekanbaru. Tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan angket. Validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik random samplingi, data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen kendaraan bermotor roda dua PT FIF Cabang Kota Pekanbaru melalui berbagai tahapan yaitu; permohonan, tahap pengecekan dan dan pemeriksaan lapangan; pembuatan costumer profile; pengajuan proposal kepada komite kredit; hasil keputusan komite kredit; tahapan pengikatan; pemesanan barang; pembayaran kepada supplier; monitoring pembayaran; surat jaminan. Masalah yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen kendaraan bermotor roda dua pada PT FIF cabang Pekanbaru adalah keterlambatan atau penunggakan pembayaran angsuran/cicilan oleh pihak konsumen. Upaya penyelesaian terhadap masalah yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian pembiayaan kendaraan bermotor roda dua pada PT FIF Cabang Kota Pekanbaru dikenal dengan istilah” Collection Management Atau Account Receivable(A/R) Management’. Dalam menyelesaikan permasalahan akibat wanprestasi PT FIF Cabang Kota Pekanbaru menggunakan sistim “prosedur penanganan terhadap customer bermasalah” yang bagi menjadi delapan tahapan waktu penyelesaian. Apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan yuridis hukum maka PT FIF Cabang Kota Pekanbaru secara khsusus memerlukan kehadiran legal yang ditunjuk oleh pihak manajemen. Tapi pada prinsipnya setiap permasalahan yang diakibatkan oleh costumer diselesaikan secara kekeluargaan dan apabila tidak bias diserahkan pengadilan atau pihak yang berwajib. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Proses pembuatan perjanjian pembiayaan kendaraan bermotor roda dua antara konsumen dengan PT FIF cabang Kota Pekanbaru telah memenuhi syarat-syarat perjanjian sebagaimana diatur dalam pasal 1320 KUHPerdata. Upaya Penyelesaian apabila terjadi perselisihan antara pihak kreditur (perusahaan pembiayaan) dan pihak debitur (konsumen) yang timbul karena wanprestasi pada PT FIF Cabang Kota Pekanbaru dikenal dengan istilah” Collection Management Atau Account Receivable(A/R) Management’.Istilah tersebut adalah suatu proses pengelolaan (account receivable) untuk mencegah atau mengurangi kerugian perusahaan yang mungkin timbul akibat keterlambatan pembayaran dari customer. Dalam menyelesaikan permasalahan akibat wanprestasi PT FIF Cabang Kota Pekanbaru menggunakan sistim “prosedur penanganan terhadap customer bermasalah” yang dibagi menjadi delapan tahapan waktu penyelesaian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 650 Bisnis
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 10 Mar 2016 05:54
Last Modified: 08 Sep 2016 03:57
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2901

Actions (login required)

View Item View Item