MAKNA AL-BURÛJ DALAM AL-QUR`AN MENURUT THANTHAWI JAWHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR

MAISY REZKIANI LUBIS, - (2020) MAKNA AL-BURÛJ DALAM AL-QUR`AN MENURUT THANTHAWI JAWHARI DALAM TAFSIR AL-JAWAHIR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
SKRIPSI MAISY REZKIANI LUBIS.pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Maisy Rezkiani Lubis: Makna Al-Buruj dalam Al-Qur`an Menurut Thanthawi Jawhari dalam Tafsir Al-Jawahir. (Dibimbing oleh Bapak Dr. Afrizal Nur, MIS. dan Bapak Dr. Alpizar, M.Si) Skripsi ini membahas argumentasi Thanthawi Jawhari atas makna Al-burûj di dalam al-Qur`an. Sejauh pengamatan penulis belum banyak penelitian yang dilakukan dalam tema ini, terkhusus tafsir Thanthawi itu sendiri. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penafsiran Thanthawi Jawhari tentang makna Al-Burûj dalam tafsir Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur`an Al-Karim dan bagaimana korelasi penafsiran Thanthawi Jawhari tantang makna Al-Burûj dengan ilmu astronomi. Untuk menjawab masalah di atas peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan, kemudian menganalisa secara deskripsi berdasarkan penafsiran Thanthawi dari ayat-ayat yang berkaitan dengan al-Burûj menggunakan metode analisa deskriptik analitik. Sumber primernya adalah kitab Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur`an Al-Karim karya Thanthawi Jawhari dan data sekundernya meliputi buku, jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil pengkodingan ayat-ayat yang terkait dengan penelitian ini, penulis menemukan bahwa pengklasifikasian argumentasi Thanthawi Jawhari atas makna al-Burûj di dalam kitab Al-Jawahir fi Tafsir Al-Quran Al-Karim berarti gugusan bintang atau rasi bintang jika yang dimaksud berada di langit. Adapun penjelasan secara spesifik berdasarkan pendekatan ilmi, Thanthawi Jawhari menjelaskan bahwa Al-Burûj berasal dari bintang-bintang yang asli. Al-Burûj merupakan kumpulan bintang yang tampak berhubungan dan membentuk suatu konfigurasi khusus. Al-Burûj memiliki ragam bentuk objek baik itu berupa makhluk hidup atau makhluk mati. Kemudian beliau membicarakan fungsi dari adanya al-Burûj yang bisa memberikan manfaat untuk semua umat manusia. Beliau juga menjelaskan tentang jumlah al-Burûj serta cara menentukan garis antar bintang hingga membentuk al-Burûj. Setelah penulis melakukan penelitian, penulis menganggap bahwa penafsiran Thanthawi Jawhari tidak ada yang menyalahi fakta data yang ada. Sangat terlihat korelasi penafsiran Thanthawi dengan ilmu astronomi mengenai al-Burûj yaitu sama-sama mengartikannya dengan rasi bintang. Hanya saja dalam Tafsir Al-Jawahir jumlahnya 48 tentu dengan seiring berkembangnya zaman telah ditetapkan rasi bintang berjumlah 88.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.2 Teologi Islam, Aqaid dan Ilmu Kalam
000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 23 Jul 2020 07:58
Last Modified: 23 Jul 2020 07:58
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/28433

Actions (login required)

View Item View Item