PEMIKIRAN FIKIH SATRIA EFFENDI TENTANG TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERWALIAN AKAD PERNIKAHAN

SYAMSIAH NUR, - (2020) PEMIKIRAN FIKIH SATRIA EFFENDI TENTANG TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERWALIAN AKAD PERNIKAHAN. Disertasi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
SYAMSIAH NUR OK.pdf

Download (6MB)
[img] Text (BAB IV)
BAB V DR. SYAMSIAH NUR ok.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (791kB)

Abstract

Perbedaan makna ittihad al-Majelis pada syarat akad pernikahan menyebabkan perbedaan pendapat dikalangan para ulama fikih tentang masalah teknologi informasi dalam perwalian akad pernikahan akibat perkembangan zaman sekarang ini. Berdasarkan hal tersebut, fokus penelitian yang dijawab dalam disertasi ini adalah bagaimana pendapat para ulama dan pemikiran fikih Satria Effendi serta analisis maqasid al-Syariahnya. Penelitian ini adalah penelitian library yang diolah dari sumber primer yaitu dua buah buku Satria Effendi berjudul ushul fikih dan Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer Analisis Yurisprudence Dengan Pendekatan Ushuliyyah. dan usul fikih serta sumber sekunder yaitu buku-buku yang relevan yang dilakukan secara kualitatif. Kemudian dianalisis dengan kajian maqasid al-Syari’ah. Hasil penelitian disertasi ini menyimpulkan, pertama, dari 18 pendapat para ulama yang penulis temukan, terdapat 10 yang menyatakan sah disebabkan makna ittihad al-Majelis adalah harus kesinambungan waktu dan bukan tempat tentang teknologi informasi dalam perwalian akad pernikahan dan 8 pendapat yang menyatakan tidak sah dengan argumentasi makna ittihad al-Majelis harus satu tempat dan satu waktu. Kedua, pemikiran fikih Satria Effendi pengikut mazhab Syafi’i dilihat dari latar belakang tempat kelahiran, pendidikan, guru, dan sosialnya, tetapi dalam masalah teknologi informasi dalam perwalian akad pernikahan sependapat dengan mazhab Hanafiyyah yang menyatakan sah. Ketiga, analisis maqāṣid al-Syari’ah tentang pernikahan menggunakan teknologi informasi adalah untuk upaya hifz al-Din yaitu adanya pernikahan berarti sudah melaksanakan setengah dari agama, untuk upaya hifz al-naf yaitu antisipasi terjadinya goncangan jiwa dan menghindari larangan Islam hidup membujang, untuk upaya hifz al-Nasl yaitu menghindari larangan berbuat zina agar mendapatkan keturunan yang baik-naik, untuk upaya hifz al-Māl yaitu pemanfaatan harta yang dimiliki untuk kebutuhan keluarga sehingga harta tersebut mempunyai nilai. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Pernikahan, Maqasid al-Syari’ah.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
000 Karya Umum
Divisions: Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga
Depositing User: pps -
Date Deposited: 23 Jul 2020 06:55
Last Modified: 23 Jul 2020 07:26
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/28244

Actions (login required)

View Item View Item