ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYYAH TENTANG WARISAN DARI NON MUSLIM

Juni Rahmadewi, (2016) ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYYAH TENTANG WARISAN DARI NON MUSLIM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (407kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (526kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (430kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (263kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYYAH TENTANG WARISAN DARI NON MUSLIM” ditulis berdasarkan latar belakang pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa beda agama menghalangi menerima warisan secara mutlak, baik kafir dzimmi maupun kafir harbi. Sementara itu Ibnu Taimiyyah membolehkan muslim mewarisi non muslim (kafir), namum tidak untuk sebaliknya. Ulama telah menyebutkan bahwa penghalang kewarisan ada tiga, yang pertama karena pembunuhan, kedua perbedaan agama, ketiga perbudakan. Adapun tujuan dari penelitian ini penulis maksudkan untuk mengetahui pendapat Ibnu Taimiyyah tentang warisan dari non muslim dan untuk mengetahui bagaimana landasan hukum yang digunakan Ibnu Taimiyyah tentang warisan dari non muslim serta bagaimana analisis tentang pendapat Ibnu Taimiyyah tentang warisan dari non muslim. Jenis penelitian ini adalah penelitian Library research’ yaitu penelitian kepustakaan, penelitian yang mengkaji buku-buku dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan objek yang diteliti, baik data primer maupaun data sekunder. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: Mengenai masalah dibolehkan muslim mewarisi harta kerabatnya yang non muslim (kafir). Menurut Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa muslim boleh mewarisi kafir, namun tidak untuk sebaliknya. Bahwa kafir tidak boleh mewarisi harta orang muslim dengan sebab apapun. Dasar pijakan yang digunakan Ibnu Taimiyyah adalah karena menurutnya hadits yang nmenjelaskan tentang larangan warisan beda agama itu menjelasan kafir secara umum, sedangkan Ibnu Taimiyyah membolehkan muslim mewarisi kafir dikhususkan kepada kafir dzimmi. Ibnu Taimiyyah juga beralasan dengan dalil Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 5 yang mana menganalogikan dibolehkannya muslim mewarisi kafir dengan dibolehkannya seorang muslim menikahi wanita kitabiyah yang terdapat dalam surat Al-Maidah tersebut. Ibnu Taimiyyah juga berpijak pada hadits yang diriwayatkan Abu Daud yang berbunyi “ Islam itu bertambah dan Islam itu tidak berkurang”. Menurut hukum kewarisan Islam, beda agama itu menghalangi untuk menerima kewarisan, dan jumhur juga berpendapat bahwa orang yang berbeda agama terhalang untuk menerima warisan secara mutlak, baik itu kafir dzimmi maupun harbi. Dan jumhur juga berlandaskan hadits yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid menurut riwayat Bukhari Muslim yang artinya “Orang Muslim tidak mewarisi orang kafir,dan orang kafir tidak mewarisi orang Muslim”. serta hadits Shahih Sunan Tirmidzi yang artinya “ dua agama yang berbeda tidak saling mewarisi”. Jumhur juga beralasan dari kisah Abu Thalib yang meninggal dunia ketika masih kafir dan ia meninggalkan dua orang anak yang kafir yaitu ‘Uqail dan Thalib, dan dua orang yang sudah muslim yaitu Ali dan Ja’far. Dua orang yang kafir mewarisi harta Abu Thalib sedangkan yang muslim tidak menerima warisan. Dalam hal ini sangat jelas perbedaan antara muslim dan kafir dalam soal kewarisan. Dan penulis lebih setuju dengan pendapat Jumhur ulama, karena pendapat jumhur berlandasan dengan hadits yang jelas dan shahih serta sesuai dengan hukum kewarisan Islam. Pendapat jumhur tersebut juga lebih relevan, sedangkan pendapat Ibnu Taimiyyah tidak ada dalil yang secara rinci menjelaskan tentang kebolehan muslim mewarisi kafir, hanya dianalogikan dengan kebolehan menikahi wanita kitabiyah. Menurut penulis dua hal tersebut sangat berbeda antara kewarisan dengan pernikahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 25 Feb 2016 07:19
Last Modified: 25 Feb 2016 07:19
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2725

Actions (login required)

View Item View Item