DAMPAK PERCERAIAN NIKAH SIRI DI DESA PARIT BARU KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR MENURUT HUKUM ISLAM

Efni, (2016) DAMPAK PERCERAIAN NIKAH SIRI DI DESA PARIT BARU KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR MENURUT HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (425kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (404kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (256kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Dampak Perceraian Nikah Siri Di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Menurut Hukum Islam” Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya masyarakar yang melakukan nikah siri kemudian terjadi perceraian sehingga anak yang menjadi korban terhadap perceraian tersebut. adapun perceraian ini berdampak pada nafkah, pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang anak, yang mana ayah tidak bertanggung jawab terhadap kehidupan anak setelah perceraian. Masalah dari penelitian ini adalah dampak perceraian nikah siri terhadap anak, tinjauan hukum islam dan UU No 1 tahun 1974. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian nikah siri terhadap anak, akibat nafkah anak setelah perceraian, tinjauan hukum Islam dan UU No 1 tahun1974 dampak perceraian nikah siri terhadap anak dan nafkah setelah perceraian pada masyarakat matrilineal di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Adapun bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif artinya data tersebut adalah berasal dari data yang diperoleh apa adanya di lapangan dan di paparkan apa adanya dalam bentuk penjelasan dan kebijakan. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang melakukan perceraian nikah sirri sebanyak 6 kasus maka populasi dijadikan sampel (metode sensus). Kemudian untuk mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara,dan study pustakaan. Perlu untuk diketahui bahwa sebelum penulis turun kelapangan untuk wawancara responden, maka penulis terlebih dahulu membuat pedoman format wawancara, yang digunakan agar dalam wawancara responden tidak menyimpang darifokus penelitian yang telah ditentukan. Setelah data-data telah dapat dikumpulkan maka penulis meneruskan pada menganalisa data penelitian dengan teliti berdasarkan indikator penelitian dan disesuaikan dengan apa adanya yang telah disampaikan oleh pendapat dari responden. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berkesimpulan bahwa pernikahan yang dilakukan secara sirri apabila terjadi perceraian maka dampaknya terhadap anak sangat besar yakitu dampak pada sikap,kesehatan jasmani dan rohani anak, terhadap pendidikannya dan juga biaya hidup, sehingga pelaksanaan pengasuh anak dan nafkah setelah bercerai lebih dititk beratkan kepada ibunya, bagaimana pihak bapak lebih banyak mengabaikan tanggung jawabnya dalam nafkah. Menurut pandangan Islam, Islam menuntut bahwa kewajiban orang orang tua terhadap anaknya adalah memberi nafkah, seorang ayah berkewajiban untuk memberi jaminan nafkah terhadap anaknya, baik pakaian, tempat tinggal maupun kebutuhan lainnya, meskipun hubungan perkawinan orang tua si anak putus. Suatu perceraian tidak berakibat hilangnya kewajiban orang tua untuk tetap memberi nafkah kepada anak-anaknya sampai dewasa atau dapat berdiri sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 25 Feb 2016 04:34
Last Modified: 25 Feb 2016 04:34
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2709

Actions (login required)

View Item View Item