NILAI-NILAI AKHLAK PADA KISAH ASHḤᾹB AL-SABT DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Tematik)

RICA RAVITA PUTRI, - (2020) NILAI-NILAI AKHLAK PADA KISAH ASHḤᾹB AL-SABT DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Tematik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
UPLOAD.pdf

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Nilai-Nilai Akhlak Pada Kisah Ashḥāb al-Sabt dalam al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik)”. Hal yang terpenting untuk diperhatikan mengenai kisah dalam al-Qur’an itu ialah sejauh mana kisah itu mampu dihayati sehingga dapat memberikan nilai-nilai kemaslahatan bagi masyarakat. Salah satu kisah dalam al-Qur’an yang menarik untuk dikaji adalah kisah Ashḥāb al-Sabt yaitu kisah tentang keturunan Bani Israil yang dikutuk Allah menjadi kera (qiradatan), karena melanggar peraturan pada hari Sabtu. Persoalan yang akan diteliti dalam skripsi ini adalah mengenai: 1) Bagaimana kisah Ashḥāb al-Sabt dalam al-Qur’an?, 2) Nilai-nilai akhlak apa saja yang terkandung pada kisah Ashḥāb al-Sabt dalam al-Qur’an?. Adapun metode penelitian yang nantinya akan dituangkan dalam skripsi ini adalah dengan langkah kerja metode deskriptif dan metode analisis tematik (maudhū’i), yakni menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah Ashḥāb al-Sabt dari kitab-kitab tafsir, kemudian menganalisis nilai-nilai akhlak apa saja yang terkandung di dalam kisah itu. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, pertama, kisah Ashḥāb al-Sabt yang di jelaskan melalui penafsiran mufassir klasik seperti al-Thabari dan Ibnu Katsir, kemudian mufassir kontemporer seperti Sayyid Quthb dan Muhammad Quraish Shihab bahwa Ashḥāb al-Sabt merupakan sepenggalan cerita mengenai keturunan Bani Israil pada hari Sabtu, yaitu hari dimana mereka diwajibkan untuk beribadah yang ditetapkan dalam Syariat Nabi Musa ‘Alaihissalam. Namun, sebagian dari mereka melanggar perintah Allah tersebut dan melampaui batas, sedangkan sebagiannya lagi tidak melanggar aturan itu dan tidak pula menasehati orang-orang yang melanggar aturan pada hari sabtu. Sikap dusta dan mengingkari janji yang telah diperbuat itulah Allah mengutuknya menjadi kera yang hina (qiradatan khāsi’īn) sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka yang memutarbalikkan ayat Allah. Dalam hal penerimaan kutukan kera, mufassir tidak membenarkan secara pasti apakah kutukan kera itu perubahan fisik atau hanya sebagai perubahan spiritual saja. Namun yang jelas, mufassir lebih terfokus kepada pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut. Kedua, dari hasil kajian serta uraian yang sudah penulis lakukan, adapun nilai-nilai akhlak yang terdapat pada kisah Ashḥāb al-Sabt dalam al-Qur’an adalah Nilai Akhlak Mahmūdah yaitu nilai jujur, beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, ridha dan beriman kepada Rasul, syukur, menepati janji, sabar, dan saling menasehati. Kemudian Nilai Akhlak Madzmūmah yaitu nilai egois, apatis, tamak, khianat, aniaya, sombong. Kata-katakunci: Nilai-Nilai, Akhlak, Kisah, Ashḥāb al-Sabt, Tafsir Tematik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: fushu -
Date Deposited: 08 May 2020 14:59
Last Modified: 08 May 2020 14:59
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/26471

Actions (login required)

View Item View Item