Search for collections on Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Repository

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 211 KOMPILASI HUKUM ISLAM TENTANG STATUS HIBAH ORANG TUA YANG DIPERHITUNGKAN SEBAGAI WARISAN

Halimatusa’diyah, - (2020) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 211 KOMPILASI HUKUM ISLAM TENTANG STATUS HIBAH ORANG TUA YANG DIPERHITUNGKAN SEBAGAI WARISAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text
GABUNGAN TANPA BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN)
BAB IV PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (352kB)

Abstract

ABSTRAK Halimatusa’diyah, (2020): Analisis Hukum Islam terhadap Pasal 211 Kompilasi Hukum Islam tentang Status Hibah Orang Tua yang Diperhitungkan Sebagai Warisan Dalam penulisan skripsi ini membahas tentang status pemberian hibah dari orang tua yang dapat diperhitungkan sebagai warisan. Di dalam pasal 211 Kompilasi Hukum Islam (KHI) menyebutkan bahwa hibah dari orang tua kepada anaknya dapat diperhitungkan sebagai warisan. Dalam hal pembagian warisan ini sering kali menimbulkan suatu permasalahan, yang mana terkait tentang kapan harta pemberian itu dapat diperhitungkan sebagai warisan, serta keadilan yang bagaimana yang harusnya dilakukan dalam pembagian harta warisan. Dalam pasal 211 Kompilasi Hukum Islam tidak dijelaskan secara terperinci mengenai hal itu sehingga mengakibatkan ketidakjelasan dalam menetapkan harta yang dihibahkan dapat diperhitungkan sebagai warisan. Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana status pemberian hibah dari orang tua kepada anaknya yang diperhitungkan sebagai warisan menurut pasal 211 Kompilasi Hukum Islam serta bagaimana analisis hukum Islam terhadap pemberian hibah dari orang tua kepada anaknya yang diperhitungkan sebagai warisan. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana status pemberian hibah dari orang tua kepada anaknya yang diperhitungkan sebagai warisan menurut pasal 211 Kompilasi Hukum Islam serta bagaimana analisis hukum Islam terhadap pemberian hibah dari orang tua kepada anaknya yang diperhitungkan sebagai warisan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum islam normatif yang dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan (library research) yang sumber datanya diperoleh dari pustaka. Bahan hukum primer dalam penelitian ini yaitu pasal 211 Kompilasi Hukum Islam dan bahan hukum skunder terdiri dari seperti buku-buku, diantaranya adalah: Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu karya Wahbah Zuhaili, Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid Karya Ibn Rusyd, fiqhu sunnah karya sayyid sabiq, dan buku yang terkait dengan permasalahan hibah dan waris. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pemberian orang tua yang dapat diperhitungkan sebagai warisan terjadi apabila orang tua hanya memberikan harta kepada sebagian anak tanpa sebagian yang lain ketika masih hidup. Apabila orang tua memberikan sesuatu maka pembagiannya harus rata tanpa melebihkan salah satu dari mereka, apabila anak yang belum mendapatkan hibah dari orang tuanya merasa dirugikan maka harta yang dihibakan tadi dapat dihitung sebagai harta warisan. Namun apabila harta warisan dibagi setelah pewaris meninggal dunia, maka pembagiannya harus sesuai dengan yang ditentukan Al-Qur’an. Setelah masing-masing ahli waris telah mengetahui bagiannya masing-masing baru boleh harta itu dibagikan dengan cara berdamai atau dengan cara dibagi rata. Jadi pembagian sama rata hanya terjadi ketika pembagiannya disaat orang tua masih hidup bukan setelah orang tua meninggal dunia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 29 Apr 2020 09:54
Last Modified: 29 Apr 2020 09:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/26165

Actions (login required)

View Item View Item