KOMPETENSI GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL PEKANBARU

Nur Azimah, (2013) KOMPETENSI GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL PEKANBARU. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201397PAI.pdf

Download (597kB) | Preview

Abstract

Nurazimah (2012). “Kompetensi Guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Pekanbaru”. Tesis Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Harapan terhadap pendidikan yang berkualitas sangat diidamkan oleh semua pihak. Salah satu faktor penting yang menentukan adalah adanya guru yang memiliki kompetensi cukup untuk melaksanakan pembelajaran dengan baik. MAN 2 Model Pekanbaru merupakan salah satu madrasah dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, khususnya di bidang mafikib. Dengan dukungan pemerintah, baik moril maupun materil ditenggarai guru-guru yang bertugas di dalamnya memiliki kompetensi keguruan yang mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal, efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang dibantu dengan angket dalam pengumpulan data untuk menggambarkan fakta yang sebenarnya dan mengetahui maksud dari tindakan dan prilaku dari subjek penelitian. Adapun pokok bahasan dalam penelitian adalah kompetensi guru-guru MAN 2 Model pekanbaru yang meliputi kompetensi akademik, paedagogik, kepribadian dan kompetensi sosial. Hasil penelitian ini adalah guru-guru MAN 2 Model Pekanbaru telah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik untuk satuan pendidikan tingkat aliyah, yakni telah menyelesaikan Sarjana Pendidikan (S1) pada bidang yang sesuai dengan mata pelajaran yang diasuhnya, bahkan 19 orang dari mereka atau sekitar 31.1% telah menyelesaikan program Pascasarjana (S2). Kompetensi paedagogik guru-guru MAN 2 Model Pekanbaru berdasarkan angket mencapai 89,6% mencapai predikat “sangat baik”, artinya mereka memiliki kemampuan untuk menyususn program pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai serta melakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Mereka memiliki paradigm bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar bagi siswa, akan tetapi juga sebagai fasilitator, mediator yang mendorong siswa supaya lebih dalam kegiatan belajar. Indikatorindikator ini yang menunjukan bahwa guru MAN 2 Model telah memiliki kemampuan paedagogik yang memadai. Kesadaran yang dimiliki guru-guru MAN 2 Model Pekanbaru bahwa mereka menjadi panutan yang akan ditauladani oleh siswa menuntutnya untuk memiliki pribadi yang baik dalam bersikap, bertutur kata dan berpenampilan yang dilaksanakan dalam berinteraksi dengan para siswa. Ini menunjukan bahwa guruguru MAN 2 Model telah memiliki kompetensi kepribadian yang baik, juga didukung oleh hasil angket yang mencapai 85.8% (sangat baik), Kompetensi sosial guru-guru MAN 2 Model Pekanbaru, meskipun hasil angket tidak mencapai setinggi dua kompetensi sebelumnya, yakni hanya 75,4%, mencapai predikat “baik”, namun pergaulan antar sesama tenaga pendidik terjalin dalam persaudaraan yang kuat, berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan dan memiliki rasa empati satu sama lain. Sedangkan untuk berkomunikasi dengan masyarakat atau orang tua siswa, lebih banyak dilakukan oleh pihak sekolah melalui guru BK dan Wali kelas.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 27 Apr 2016 05:46
Last Modified: 09 Sep 2016 04:09
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2573

Actions (login required)

View Item View Item