EFEKTIFITAS BIAYA BAHAN BAKU PADA USAHA SOUVENIR MATA KAYU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MENURUT EKONOMI ISLAM

MUHAMMAD FAIZAL REZA, - (2020) EFEKTIFITAS BIAYA BAHAN BAKU PADA USAHA SOUVENIR MATA KAYU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MENURUT EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (712kB)
[img] Text
SKRIPSI M. FAISAL REZA.pdf

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Muhammad Faizal Reza (2019): Efektifitas Biaya Bahan Baku Pada Usaha Souvenir Mata Kayu Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Menurut Ekonomi Islam Penelitian ini ditulis dengan latar belakang munculnya pengusaha souvenir Mata Kayu di kecamatan Tampan dengan pendapatan yang tidak optimal dimana pendapatan usaha hanya dapat mengkover biaya produksi berupa bahan baku dan beban gaji saja. Hal ini disebabkan kurang efektifnya modal yang dikeluarkan untuk bahan baku terutama kayu pinus ebony yang menjadi bahan baku utama terutama dalam proses produksi sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. Adapun populasi dalam penelitian ini sebanyak sebanyak 10 orang terdiri dari 1 orang pemilik usaha sekaligus pemodal, 9 orang bagian produksi dan 1 orng marketing. Dengan demikian jumlah sampel yang digunakan adalah seluruh populasi (total sampling). Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah melakukan Observasi dan wawancara kepada responden penelitian. Data yang terkumpul dianalisas secara kualitatif dengan metode pengambilan kesimpulan secara induktif. Penelitian ini menemukan bahwa optimalisasi usaha kerajinan “Mata Kayu” dilakukan dengan efisiensi bahan baku dalam bentuk penghematan dalam pemotongan kayu. Hal ini dilakukan dengan proses penentuan pola potong terhadap bahan baku dilakukan dengan mengkombinasikan model-model yang dapat dipotong dengan alokasi potongan yang tepat dan dapat memberikan nilai minimum pada sisa pemotongan. Proses pemotongan bahan baku merupakan sebuah proses membagi potongan bahan baku yang ukurannya lebih besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Di samping itu juga dilakukan optimalisasi dalam proses perakitan mulai dari penyambungan, pembersihan, pengeringan dan pengemasan. Untuk megoptimalkan proses perakitan dilakukan dengan mengkondisikan stasiun kerja dan tataletak fasilitas produksi. Optimalisasi juga dilakukan dengan proses pengerjaaan yang cepat dan pemeliharaan mesin produksi. Dengan berbagai model optimalisasi ini maka biaya produksi dapat ditekan dan pendapatan kotor rata-rata Rp.15.000.000 perbulan dapat dinikmati bersama seluruh pelaku usaha Mata Kayu. Menurut perspektif Ekonomi Islam, usaha Mata Kayu menjalankan sistem produksi yang halal karena barang yang dihasilkan adalah souvenir sebagai produk kreatif yang mengedepankan karya seni dan keindahan. Di dalam Islam, bekerja dan berusaha merupakan suatu kewajiban kemanusiaan. Termasuk dunia seni, Islam merupakan ajaran Tuhan yang memerlukan seni di dalam mengartikulasikan kedalaman aspek kebatinan dari ajaran itu. Islam dan seni keduanya mencitrakan hal-hal yang bersifat universal, seperti nilai-nilai etika dan estetika. Kata Kunci: Biaya Bahan Baku, pendapatan, ekonomi Islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 30 Jan 2020 02:41
Last Modified: 30 Jan 2020 02:41
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/25675

Actions (login required)

View Item View Item