PELAKSANAAN PRINSIP BAGI HASIL MUSYAROKAH PADA BANK SYARIAH (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkalis)

A. ESMERI, (2013) PELAKSANAAN PRINSIP BAGI HASIL MUSYAROKAH PADA BANK SYARIAH (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bengkalis). Thesis thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_201391EI.pdf

Download (672kB) | Preview

Abstract

tanggal 19 Mei 2010 berdasarkan izin BI melalui surat resmi No. 12/34/DPbS/ PadBS/Pbr tanggal 10 Mei 2010 yang lalu memberikan warna tersendiri dalam hal melakukan usaha atau transaksi syariah di daerah ini, termasuk melakukan penelitian sampai sejauh mana bidang usaha ini mendapatkan respon dari masyarakat seperti halnya pelaksanaan prinsip bagi hasil musyarokah. Dalam penelitian ini, perumusan masalah yang diangkat adalah : 1). Bagaimana pelaksanaan prinsip bagi hasil musyarokah pada BSM Cabang Bengkalis dan 2). Kendala-kendala apa yang dihadapi dalam pelaksanaan prinsip bagi hasil musyarokah pada BSM Cabang Bengkalis. Tujuan penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui pelaksanaan prinsip bagi hasil musyarokah pada BSM Cabang Bengkalis, 2). Untuk mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi dalam pelaksanaan prinsip bagi hasil musyarokah pada BSM Cabang Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : a). Observasi, b). Wawancara, dan c). Angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya sebagai berikut : 1). Sebanyak 18 orang nasabah atau 36 % pernah memperoleh informasi mengenai keberadaan produk dari karyawan BSM Cabang Bengkalis, sebanyak 32 orang responden atau 64 % menyatakan tidak pernah mengetahuinya. 2). Sebanyak 36 orang responden atau 72 % responden menjadi nasabah melalui teman, sebanyak 2 orang responden atau 4 % menjawab melalui media elektronik (radio, TV dan lain-lain), sebanyak 8 orang responden atau 16 % menjawab melalui brosur/pamphlet, sebanyak 4 orang responden atau 8 % menjawab melalui email, facebook dan lain-lain. 3). Seluruh responden setelah menjadi nasabah sebelumnya tidak pernah melihat pihak manajemen BSM Cabang Bengkalis melakukan sosialisasi produk syariah kepada masyarakat luas. 4). Sebanyak 38 orang responden atau 76 % tidak tahu defenisi musyarokah dan sebanyak 12 orang responden atau 24 % mengetahuinya. 5). Sebanyak 35 orang responden atau 70 % kurang tertarik dengan program musyarokah, sebanyak 7 orang responden atau 14 % cukup tertarik dan sebanyak 8 orang responden atau 16 % tidak tertarik. 6). Alasan kurang minat ; sebanyak 16 orang responden atau 32 % menyatakan keadaan finansial yang belum memadai, sebanyak 15 orang responden atau 30 % menyatakan bahwa bila ikut dalam program musyarokah maka resiko akan lebih tinggi, selanjutnya sebanyak 11 orang responden atau 22 % menyatakan bahwa jika bergabung dalam program ini maka sebagai nasabah akan dituntut untuk mempunyai modal, lebih tepatnya modal ekstra. Berikutnya, sebanyak 8 orang responden atau 16 % menyatakan bahwa masih fokus pada jenis pembiayaan lainnya. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan prinsip bagi hasil musyarokah pada BSM Cabang Bengkalis antara lain : 1). Masalah sumber daya manusia insani, dan 2). Standar Fatwa Dewan Syariah Nasional.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 27 Apr 2016 05:46
Last Modified: 07 Sep 2016 06:54
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2566

Actions (login required)

View Item View Item