PENERAPAN ETIKA JUAL BELI DALAM ISLAM DI PASAR TRADISIONAL AIR TIRIS

AHMAD DAHLAN, (2013) PENERAPAN ETIKA JUAL BELI DALAM ISLAM DI PASAR TRADISIONAL AIR TIRIS. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2013_201315EI.pdf

Download (732kB) | Preview

Abstract

Secara etimologis etika adalah suatu disiplin ilmu yang menjelaskan sesuatu yang baik dan yang buruk, mana tugas atau kewajiban moral, atau biasa juga mengenai kumpulan prinsip atau nilai moral. Hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri atas norma-norma dan sanksi-sanksi dan tujuan hukum adalah mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara. Hukum Islam pada prinsipnya merupakan ajaran Ilahi ( Rabb ) yang harus dipatuhi oleh manusia. Perdagangan bisa berjalan dengan baik apabila ada hukum yang secara tegas mengaturnya. Etika dan hukum sama -sama membuat nilai-nilai kebaikan yang bertujuan memberi rambu-rambu agar manusia berperilaku terpuji dan tidak merugikan orang lain, sehingga keduanya sama menjatuhkan sanksi terhadap siapapun yang melanggarnya. Dilihat dari aspek fungsinya etika dan hukum merupakan sebuah instrumen untuk meraih keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Perbedaannya pada etika sanksi yang dibuat oleh masyarakat tanpa melalui proses peradilan sedangkan hukum adalah aturan dan sanksinya tertulis dalam pelaksanaannya melalui proses peradilan. Jual-beli merupakan proses tukar menukar barang (harta) yang sarat dengan etika. Etika jual beli ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan Alqur’an dan hadist sebagai landasan hukum syari’ah yang harus diterapkan oleh setiap pedagang dalam menjalankan bisnisnya sehari-hari. Prinsip ini telah terbukti bisa diterapkan, sejarah telah mencatat, bahwa penerapan etika jual-beli sudah dicontohkan lansung oleh Nabi Muhammad saw dalam menjalankan usaha perdagangannya. Maka para pedagang Arab Islam tempo dulu mampu mengalami masa kejayaannya, sehingga mereka terkenal di hampir seluruh penjuru dunia. Dalam al-Qur’an surat Al-Baqarah:2: 85 ditegaskan yang artinya. “… Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?. Tidaklah balasan kebaikan bagi orang orang yang berbuat demikian daripada mu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat…”. Dari latar belakang tersebut dapat dikemukakan permasalahan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1) Apakah etika jual beli dalam Islam diterapkan di pasar tradisional Air Tiris?. 2) Bagaimana penerapan etika jual beli di pasar tradisional Air Tiris?. 3) Apa yang menjadi kendala dalam penerapan etika jual beli di pasar tradisional Air Tiris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pedagang di pasar tradisional Air Tiris yang mayoritas beragama Islam sudah menerapkan etika jual beli. Untuk menjawab permasalahannya, perlu diadakan penelitian dalam bentuk deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika jual beli di pasar tradisional Air Tiris belum terlaksana secara keseluruhan karena dilatarbelakangi tidak adanya pengawasan terhadap pelanggaran etika, sehingga pedagang dalam mengejar keuntungan kurang memperhatikan etika jual beli. Pedagang yang berjualan pasar tradisional Air Tiris disarankan agar dalam berdagang bukan sekadar mencari keuntungan, tapi perlu menerapkan etika dalam jual beli sehingga tidak lalai dalam menjalankan perintah Allah. Untuk da’i dan ustaz dalam pengajian membahas masalah muamalah dalam hal ini jual beli sehingga pedagang tidak semata hanya mengejar keuntungan saja.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 27 Apr 2016 05:40
Last Modified: 08 Sep 2016 06:02
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2527

Actions (login required)

View Item View Item