POLA INTERAKSI DOKTER DENGAN PASIEN YANG BERBEDA JENIS KELAMIN DALAM PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AT

Muhammad Hanafi Bin Yakub, (2016) POLA INTERAKSI DOKTER DENGAN PASIEN YANG BERBEDA JENIS KELAMIN DALAM PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AT. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (403kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (415kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (556kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (439kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (293kB) | Preview

Abstract

Muhammad Hanafi Bin Yakub. Tesis ini berjudul “Konsep Dharurat Pada Pola Interaksi Dokter Dan Pasien Yang Berbeda Jenis Kelamin Dalam Maqahsid al Syari’at”. Merumuskan konsep-konsep kebolehan berinteraksi antara dokter dan pasien dalam keadaan dharurat dan pola penangan medis secara langsung Dalam proses pengobatan, interaksi merupakan bagian yang sangat penting, mulai dari pemeriksaan sampai pada penanganannya. Seorang dokter tidak dapat mendiagnosa penyakit pasiennya kecuali telah melakukan pemeriksaan secara langsung, dan seorang dokter tidak dapat menangani pasiennya kecuali harus menyentuh pada area sakit yang diderita oleh sang pasien, oleh karena itu, interkasi pada proses pengobatan adalah hal yang tidak dapat terelakkan Pada dasarnya, terdapat pengecualian dalam proses pengobatan, hal-hal yang diharamkan seperti melihat dan menyentuh lawan jenis diperbolehkan demi proses pengobatan, hanya saja kebolehan tersebut terikat dengan kondisi dharurat atau hajat yang menempati posisi dharurat. Dalam arti lain, memilih untuk berobat kepada lawan jenis bukan menjadi pilihan, melainkan karena didasari dengan suatu keterpaksaan. Maka dalam mencari jawaban dalam masalah ini penulis melakukan penelitian dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yaitu dengan menggali permasalahan dari kitab-kitab klasik dan modern yang ada kaitannya dengan pembahasan ini yang kemudian dioleh secara deskriptif Dari hasil kajian, penulis menarik kesimpulan bahwa adanya kebolehan untuk berinteraksi antara dokter dan pasien dalam kondisi dharurat, namun kebolehan tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan bersifat sementara dan merupakan opsi terakhir setelah tidak adanya pilihan lain, adapun adanya pilihan lain yang pada dasarnya tidak bertentangan dengan hukum asal akan membatalkan kebolehan tersebut, selain itu pola penanganan kondisi darurat dalam penanganan medis juga memiliki pola tersendiri yang berbeda ketika dalam kondisi normal, dimana penanganannya bukan berdasarkan spekulasi, tetapi pada apa yang diyakini dan tidak menimbulkan kondisi dharurat lainnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.56 Etika Moral Islam dalam Hal Tertentu
Divisions: Program Pascasarjana > S2
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 15 Feb 2016 09:22
Last Modified: 15 Feb 2016 09:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2491

Actions (login required)

View Item View Item