PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Terhadap Pasal 5 Dan 6 UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

DIAH RAHMI FANTARI, - (2019) PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Terhadap Pasal 5 Dan 6 UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (964kB)
[img] Text
SKRIPSI DIAH RAHMI FANTARI JILID 2 CD 1.pdf

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bejudul: PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Terhadap Pasal 5 dan 6 UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, terutama kekerasan fisik. Kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi karena perbedaan pendapat, faktor ekonomi, nusyuz istri dll. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan segala bentuk yang dilakukan terhadap istri baik secara fisik maupun non fisik. Dengan lahirnya UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini setidaknya ada titik terang untuk melindungi hak-hak perempuan dalam pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemukulan suami terhadap istri menurut pasal 6 UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan bagaimana pemukulan suami terhadap istri menurut Hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan / library research dan sumber data penelitian ini adalah sumber data primer, sekunder dan tertier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa peratuan perundang-undangan, buku-buku, jurnal, makalah, artikel dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis . Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga berupa pemukulan terhadap istri atau bentuk kekerasan fisik lainnya tidak dibenarkan atau di larang dalam hukum positif yaitu dalam UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dalam bentuk apapun. Dalam Hukum Islam kekerasan dalam rumah tangga tidak dibenarkan. membolehkan memukul istri dengan alasan nusyuz. harus dengan melakukan alternative sebelumnya yaitu menasehati istri dan memisahkan tempat tidur. Memukul ini merupakan alternative terakhit yang dilakukan suami. dalam memukul istri harus dengan batasan-batasan yang ditentukan oleh ulama fikih. Karena tujuan dari pemukulan ini bukanlah untuk menyakiti, melainkan untuk mendidik istri. Apabila suami memukul istri sampai melewati batas maka bisa dianggap sebagai tindak Jinayah. maka sanksi bagi pelaku Kekerasan terhadap istriterutama kekerasan fisik adalah sesuai dengan hukum positif Pasal 44 Pasal 44 UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kata Kunci: Kekerasan, Pemukulan, nusyuz.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 10 Jan 2020 08:31
Last Modified: 10 Jan 2020 08:32
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/24662

Actions (login required)

View Item View Item