PENGGUNAAN APLIKASI INSTRUMENTASI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN MASALAH SISWA DALAM PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI SMP NEGERI 10 PEKANBARU

Septi Musbai Putri, (2016) PENGGUNAAN APLIKASI INSTRUMENTASI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN MASALAH SISWA DALAM PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI SMP NEGERI 10 PEKANBARU. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
FM.pdf

Download (390kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (299kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (265kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (254kB) | Preview
[img]
Preview
Text
EM.pdf

Download (261kB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana penggunaan aplikasi instrumentasi identifikasi kebutuhan masalah siswa dalam penyusunan program bimbingan konseling, (2) faktor pendukung dan faktor penghambat penggunaan aplikasi instrumentasi identifikasi kebutuhan masalah siswa dalam penyusunan program bimbingan konseling di SMP Negeri 10 Pekanbaru. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan aplikasi instrumentasi identifikasi kebutuhan masalah siswa dalam penyusunan program bimbingan konseling adalah (1) GBK1 dan GBK2 sudah menyiapkan IKMS untuk menyusun program BK, hanya saja dalam proses penyiapan tersebut masih ada beberapa langkah penyiapan yang tidak dilaksanakan, yaitu: (a) Guru BK 1 dan guru BK 2 tidak mengidentifikasi karakteristik siswa yang menjadi responden. (b) Guru BK 2 tidak menyiapkan diri untuk mengadministrasikan IKMS, melainkan guru BK 2 melihat persiapan pengadministrasian guru BK 1. (c) Guru BK 2 tidak menyiapkan aspek teknik dan administrasi. (2) GBK1 dan GBK2 sudah mengadministrasikan IKMS dengan baik. Namun, masih ada beberapa tahapan dalam pengadministrasian IKMS yang dilewatkan oleh guru BK 1 dan guru BK 2, di antaranya: (a) Guru BK 1 dan guru BK 2 tidak menjelaskan cara mengolah jawaban kepada responden. (b) Guru BK 1 dan guru BK 2 tidak menjelaskan cara hasil pengolahan itu disampaikan kepada responden (siswa). (3) Guru BK 1 sudah mengolah dan memaknai jawaban responden menggunakan software IKMS yang tersedia, sedangkan guru BK 2 tidak melaksanakannya. (4) Guru BK 1 dan guru BK 2 sudah menjaga kerahasiaan data IKMS dan menyampaikan hasilnya dalam bentuk program BK kepada pihak kurikulum. (5) Guru BK 1 dan guru BK 2 sudah menggunakan hasil IKMS dalam penyusunan program BK. Sedangkan faktor pendukung dan penghambat penggunaan aplikasi instrumentasi identifikasi kebutuhan masalah siswa dalam penyusunan program bimbingan konseling adalah (1) faktor pendukung: (a) kemampuan guru BK 1, (b) waktu; efektif dalam pengadministrasian IKMS, (c) sarana prasarana; software IKMS menunjang kinerja guru BK, (d) siswa; bersemangat dan memiliki respon positif, (e) kerjasama; guru BK dan personil sekolah (kurikulum) menjalin kerjasama yang baik dalam penyampaian hasil instrument berbentuk program. (2) Faktor penghambat: (a) kemampuan guru BK 2, (b) waktu; penyampaian hasil IKMS, (c) sarana prasarana; sekolah tidak menyediakan lembaran jawaban terkait pengadministrasian IKMS, (d) siswa; masih ada yang ragu-ragu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > 373 Pendidikan Tingkat Sekolah Lanjutan > 373.236 Sekolah Menengah Pertama, SMP
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mutiara Jannati
Date Deposited: 10 Feb 2016 07:49
Last Modified: 10 Feb 2016 07:49
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2447

Actions (login required)

View Item View Item