EVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN INTEGRASI FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN TECHNIQUE FOR OTHERS REFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTIONS (STUDI KASUS: PT. DEMPO BANGUN MITRA)

RAHMAT DESMANA, - (2019) EVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN INTEGRASI FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN TECHNIQUE FOR OTHERS REFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTIONS (STUDI KASUS: PT. DEMPO BANGUN MITRA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB I, II, III, V, VI)
BAB FULL RAHMAT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV Rahmat Desmana.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

RAHMAT DESMANA, 2019 : EVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN INTEGRASI FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN TECHNIQUE FOR OTHERS REFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTIONS (TOPSIS) (STUDI KASUS: PT. DEMPO BANGUN MITRA) PT. Dempo Bangun Mitra adalah salah satu perusahaan tambang yang bergerak dibidang pengolahan hasil alam. Perusahaan ini memproduksi berbagai hasil tambang salah satunya adalah batu Split dan batu andesit, Perusahaan ini terletak di Jorong Lubuak Jantan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Proses pertambangan batu split terdiri dari Pengeboran (Drilling), Sub-drilling, Penutup (Stemming), Pengeboman ( Blasting) dan Penghancuran (Crushing). Mengingat setiap kgiatan yang dilakukan berhubungan langsung dengan kondisi lingkungan kerja yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan. Kegiatan yang berisiko kecelakaan kerja dengan kategori tergolong kecelakaan berat yang dialami oleh pekerja dikarenakan pekerja mengalami insiden terjatuh di bebatuan sekitar, pekerja mengalami gangguan pernafasan akibat terhirup debu dan gangguan perih pada mata. Metode yang digunakan yaitu metode FMEA dan metode TOPSIS. Metode FMEA bertujuan untuk mengidentifikasikan risiko kecelakaan kerja dan metode TOPSIS digunakan untuk menentukan alternatif dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan metode FMEA teridentifikasi sebanyak 27 risiko kecelakaan kerja, Diagram pareto sebagai penentuan prioritas masalah dan pada metode TOPSIS diperoleh keputusan ideal yaitu infeksi dan pengawasan sebagai alternatif dengan nilai preferensi tertinggi. Kata Kunci: Diagram Pareto, Metode FMEA, Metode TOPSIS, Preferensi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum > 005 Program Komputer, program-program, data
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Industri
Depositing User: fsains -
Date Deposited: 31 Dec 2019 07:30
Last Modified: 31 Dec 2019 07:30
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/24212

Actions (login required)

View Item View Item