TANGGUNG JAWAB BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TERHADAP PEREDARAN OBATOBATAN DARI LUAR INDONESIA YANG TIDAK DISERTAI LABEL DARI BBPOM PROVINSI RIAU

JAMAL, - (2019) TANGGUNG JAWAB BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TERHADAP PEREDARAN OBATOBATAN DARI LUAR INDONESIA YANG TIDAK DISERTAI LABEL DARI BBPOM PROVINSI RIAU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
12. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (313kB)
[img] Text
GABUNGAN BAB I-V.pdf

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK JAMAL (2019) TANGGUNG JAWAB BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TERHADAP PEREDARAN OBATOBATAN DARI LUAR INDONESIA YANG TIDAK DISERTAI LABEL DARI BBPOM PROVINSI RIAU Penelitian ini ditulis dengan latar belakang bahwa banyaknya produk obat impor yang tidak terdaftar dan memuat informasi yang menyesatkan konsumen dengan tidak mencantumkan kadar zat-zat kimia berbahaya yang terkandung didalamnya. seperti merk Love Berry, Obat merk Nagen Zengzhangsu, Obat merk Emperor Huang Saint Medicine yang tidak mengantongi izin edar jenis obat yang beredar luas dipasaran ini tidak memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat yang mengkonsumsinya. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Riau terhadap peredaran obatobatan dari luar Indonesia yang tidak disertai label dari BBPOM dan apakah kendala atau hambatan dalam melaksanakan tanggung jawab Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran obat-obatan dari luar Indonesia yang tidak disertai label dari BBPOM. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan identifikasi hukum dan menganalisa pelaksanaan Tanggungjawab terhadap peredaraan obat-obatan yang tidak memiliki label dari BBPOM. Adapun Sifat penelitiannya yaitu termasuk kedalam penelitian deskriptif yaitu melukiskan suatu kejadian didaerah tertentu pada saat tertentu yang mempunyai gambaran data awal permasalahan yang akan di teliti terutama berkaitan dengan judul ini.Data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, Observasi dan Kajian Pustaka. Berdasarkn hasil penelitian ini bahwa tanggung jawab balai besar pengawas obat dan makanan terhadap peredaran obat-obatan dari luar indonesia yang tidak disertai label dari BBPOM Provinsi Riau semakin marak terjadi yaitu pada tahun 2017 Operasi yang dilakukan oleh BBPOM pekanbaru dengan Krimsus Polda Riau telah menyita ratusan obat-obat tradisional dari Negeri Tirai Bambu yang beredar bebas di pasaran yang tidak mengantongi izin Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Mengacu pada ketentuan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2013 tentang Pengawasan Pemasukan obat dan makanan kedalam wilayah Indonesia. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa.1)Tanggung jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam mengawasi produk obat impor di Kota Pekanbaru dapat dikatakan masih kurang bertanggung jawab karena masih terdapat produk obat impor ilegal yang beredar dipasaran dan dapat membahayakan kesehatan konsumen.2) Kendala atau hambatan yang dihadapi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Riau dalam memberikan pengawasan terhadap obat impor yang tidak memiliki label BBPOM yaitu terdapat hambatan internal dan eksternal. Adapun saran dalam penelitian ini adalah : 1) bagi Pemrintah 2) bagi pelaku usaha 3) bagi konsumen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum > 001 Ilmu Pengetahuan > 001.42 Metode Riset
600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 670 Manufaktur, Pabrik-pabrik
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 28 Dec 2019 03:52
Last Modified: 28 Dec 2019 03:53
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/24095

Actions (login required)

View Item View Item