Problematika Mahar Pernikahan Di Desa Sungai Kumango Ditinjau Menurut Hukum Islam

HUSIN, - (2019) Problematika Mahar Pernikahan Di Desa Sungai Kumango Ditinjau Menurut Hukum Islam. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (428kB)

Abstract

ABSTRAK HUSIN (2019): “Problematika Mahar Pernikahan Di Desa Sungai Kumango Ditinjau Menurut Hukum Islam”. Mahar merupakan sesuatu yang penting dalam jalinan pernikahan. Mahar sebagai pemberian calon suami kepada calon istri sebagai kesungguhan dan cerminan kasih sayang calon suami terhadap calon istrinya yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak, dengan penuh kerelaan hati oleh calon suami kepada calon istrinya sebagai tulang punggung keluarga dan rasa tanggung jawab sebagai seorang suami. Permasalahan dalam skripsi ini yaitu Bagaimana Problematika Mahar Pernikahan Suku Mandailing di Dusun Mondang kumango dan Bagaimana Tinjauan Hukum Islam terhadap Problematika Mahar Pernikahan Suku Mandailing di Dusun Mondang Kumango. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di Dusun Mondang Kumango. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan masyarakat yang melakukan acara Pernikahan dan sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 47 orang yang diambil 5% dari jumlah populasi 934 orang dengan cara penarikan random sampling (acak), ditambah 2 orang raja adat, 3 orang tokoh adat, dan 1 orang tokoh agama. Sumber data diperoleh melalui tiga bagian yaitu: Data primer yang diiperoleh dari masyarakat yang sudah menikah, raja adat, tokoh adat, dan tokoh agama di Dusun Mondang Kumango, data sekunder diperoleh dari teori tentang mahar dalam pernikahan, teori-teori Hukum Islam dalam pernikahan, dan kitab-kitab, serta data tersier bahan-bahan memberi penjelasan yaitu kitab. Adapun hasil penelitiannya adalah mengenai problematika mahar di Dusun Mondang Kumango, kebanyakan dari mereka menetapkan jumlah mahar dengan nominal yang cukup mahal, berdasarkan faktor latar belakang pendidikan mempelai wanita, status sosial, dan faktor fisik. sehingga ini tentu akan memberatkan pihak laki-laki, sedangkan dalam Islam jumlah mahar tidak ada nominal khusus yang ditetapkan yang penting tidak memberatkan pihak laki-laki dan laki-laki tersebut rela harga mahar yang tinggi di Dusun mondang kumango tersebut dapat menghambat proses pernikahan kedua belah pihak atau bahkan batal karena pihak laki-laki tidak bisa menyanggupi. Problematika mahar yang terjadi di Dusun Mondang Kumango tidak sesuai dengan hukum islam, hal ini penulis nilai tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat Dusun Mondan Kumango yang mayoritasnya adalah petani. Kata Kunci : mahar, pernikahan, tinjauan hukum islam

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 16 Dec 2019 04:13
Last Modified: 16 Dec 2019 04:15
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/23390

Actions (login required)

View Item View Item