Perlindungan Anak dari Pengaruh Pornografi pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Ditinjau Menurut Hukum Islam

SHOLIKHUL JADIID, - (2019) Perlindungan Anak dari Pengaruh Pornografi pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Ditinjau Menurut Hukum Islam. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
GABUNG.pdf

Download (28MB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (960kB)

Abstract

ABSTRAK Sholikhul Jadiid (2019): Perlindungan Anak dari Pengaruh Pornografi pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Ditinjau Menurut Hukum Islam Akhir-akhir ini perkara pornografi (asusila) telah menjadi sebuah permasalahan yang pelik di masyarakat. Hal ini mengakibatkan pentingnya andil setiap orang untuk bersama-sama menangani masalah ini. Pornografi selain dapat merusak kesehatan dan dampak negatif lainnya tertama bagi anak-anak, ternyata banyak kasus kejahatan seksual dilatarbelakangi pelaku merupakan adiktif pornografi, tentunya hal ini sangat memperihatinkan bagi bangsa kita sebagi Negara yang berdasarkan Pancasila. Fenomena ini membuat pemerintah Indonesia menerbitkan peraturan tentang pornografi pada tanggal 30 Oktober 2008, yakni UU No 44 Tahun 2008. Produk hukum ini memiliki cakupan pembahasan hukum yang komplit terkait perkara pornografi tidak seperti peraturan-peraturan sebelumnya yang tidak mengkaji kata pornografi secara langsung dalam pembahasannya. Bahkan dalam Undang-undang tersebut juga secara khusus memuap peraturan tentang perlindungan anak. Dari permasalahan di atas, tesis ini berisikan analisis hukum Islam terkait filosofi Undang-undang Pornografi tersebut menggunakan kacamata maqâṣid al-syariʻah, terkhusus dalam persoalan perlindungan anak yang terdapat pada Pasal 15. Adapun rumusan masalah tesis ini ialah: (1) Apa esensi perlindungan anak pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, (2) Bagaimana konsep perlindungan anak pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, (3) Bagaimana analisis hukum Islam mengenai kewajiban melindungi anak dari pornografi pada Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan menggunakan pendekatan statute aproach dan pendekatan conceptual aproach. Pendekatan statute aproach (perundang-undangan) dilakukan dengan cara meneliti aturan peundang-undangan yang berterkaitan dengan persoalan perlindungan anak, terkhusus dari masalah pornografi dan hal ini dibahas dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008. Sedanglan pendekatan conceptual aproach dilakukan dari sudut kajian maqâṣid al-syariʻah. Hasil penelitian ini Pertama, Esensi perlindungan anak pada Pasal 15 Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi relevan dengan 3 landasan dibentuknya Undang-Undang Pornografi: 1) Filosofis, untuk mempertegas bahwa Indonesia negara berdasarkan pancasila, beradap dan menjunjung tinggi norma susila serta norma agama, 2) Sosiologis, Melarang pornografi sebab memberidampak buruk bagi warga negara terkhusus untuk anak-anak dan generasi muda, 3) Yuridis, untuk mewujudkan kepastian hukum dan keadilan. Kedua, Konsep perlindungan anak pada Pasal 15 Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi diatur pada Bab Perlindungan Anak Undang-Undang Pornografi dan bertujuan untuk menjaga anak-anak Indonesia dari eksploitasi seksual dan juga kejahatan pornografi lainnya. Ketiga, analisis hukum Islam mengenai perlindungan anak dari pornografi pada Pasal 15 Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi berdasarkan maqâṣid al-syariʻah ialah untuk melindungi kemaslahatan anak itu sendiri.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: pps -
Date Deposited: 16 Dec 2019 06:44
Last Modified: 16 Dec 2019 06:47
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/23387

Actions (login required)

View Item View Item