Hukum Memakan Hewan Yang Disembelih Tanpa Membaca Basmalah( Studi Komparatif Anatara Imam Malik Dan Imam Ahmad Bin Hanbal )

Riko Saputra, - (2019) Hukum Memakan Hewan Yang Disembelih Tanpa Membaca Basmalah( Studi Komparatif Anatara Imam Malik Dan Imam Ahmad Bin Hanbal ). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (662kB)

Abstract

ABSTRAK Riko Saputra (2019): Hukum Memakan Hewan Yang Disembelih Tanpa Membaca Basmalah( Studi Komparatif Anatara Imam Malik Dan Imam Ahmad Bin Hanbal ) Penelitian ini berjudul : Hukum Memakan Hewan Yang Disembelih Tanpa Membaca Basmallah ( Studi Komparatif Antara Imam Malik Dan Imam Ahmad Bin Hanbal) penelitian ini membahas tentang : (1) Apa pendapat Imam Malik tentang hukum memakan hewan yang disembelih tanpa membaca basmalah dan dalil yang digunakan, (2) Apa pendapat Imam Ahmad Bin Hanbal tentang hukum memakan hewan yang disembelih tanpa membaca basmalah dan dalil yang digunakan, (3) Pendapat yang bagaimanakah yang lebih rajih ditinjau dari ushul fiqh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pendapat Imam Malik tentang hukum memakan daging hewan yang disembelih tanpa membaca basmalah dan dalildalilnya, (2) untuk mengetahui pendapat Imam Ahmad Bin Hanbal tentang hukum memakan daging hewan yang disembelih tanpa membaca basmalah dan dalildalilnya. (3) Serta Pendapat yang bagaimanakah yang lebih rajih ditinjau dari ushul fiqh. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan ( Library research ) bersifat kualitatif, dengan menelaah literature yang berhubungan dengan pembahasan ini. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber primer dan sumber data sekunder yaitu kitab-kitab fiqh Imam Malik dan Imam Ahmad Bin Hanbal. Selanjutnya, setelah data terkumpul dianalisa dengan menggunakan teknis (Conten Analisis) yaitu dengan memahami kosa kata, pola kalimat, latar belakang situasi dan budaya. Kemudian data tersebut dianalisis dan diuraikan secara jelas, sehingga diperoleh hasil pemahaman yang utuh tentang masalah yang akan diteliti. Setelah data-data dam sumber-sumber penelitiah tersebut dikumpulkan maka dihasilkanlah (1)Menurut Imam Malik bahwa basmallah merupakan syarat sah dalam penyembelihan. Jika tidak dibacakan basmallah maka sembelihan tersebut haram untuk dimakan. (2) Menurut Imam Ahmad bin Hanbal bahwa basmallah hanya anjuran saja dan bukan wajib. (3) Metode Istinbath yang digunakan Imam Malik dalam masalah ini menggunakan pendekatan metode Takhsisul „Am ( mengkhususkan yang umum).. Maka Imam Malik dan Ijma‟ Ulama berpendapat bahwa basmallah merupakan syarat sah dalam penyembelihan, jika tidak di bacakan basmallah maka haram hukumnya memakan daging tersebut. Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal masalah ini menggunakan metode Istihsan dengan memperbandingkan qiyas khafi ( yang tersembunyi) kepada qiyas jalli ( yang sudah jelas), maka Imam Ahmad berpendapat bahwa basmallah bukan merupakan syarat sah penyembelihan, melainkan hanya anjuran saja dan bukan wajib.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 14 Dec 2019 03:19
Last Modified: 14 Dec 2019 03:21
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/23347

Actions (login required)

View Item View Item