Uji Toksisitas Ekstrak Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Ulat Api (Setora nitens Walk.) Pada Tanaman Kelapa Sawit

Muslihin, - (2019) Uji Toksisitas Ekstrak Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Ulat Api (Setora nitens Walk.) Pada Tanaman Kelapa Sawit. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
COVER-LAMPIRAN KECUALI BAB 4.pdf

Download (8MB)
[img] Text (BAB IV)
14. HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

UJI TOKSISITAS EKSTRAK BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP ULAT API (Setora nitens Walk.) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT Muslihin (11582102341) Dibawah bimbingan Oksana dan Syukria Ikhsan Zam INTISARI Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kelapa sawit adalah adanya serangan ulat api. Pengendalian ulat api dapat dilakukan secara kimia, akan tetapi memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati, salah satunya ekstrak daun babadotan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkankonsentrasi ekstrak daun babadotan yang efektif dalam mengendalikan ulat api pada bibit kelapa sawit serta mengetahui nilai lethal time 50. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah serta di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Bulan Oktober hingga November 2018. Bibit kelapa sawit yang telah diintroduksi ulat api diberi perlakuan penyemprotan ekstrak daun babadotan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% yang disusun secara RAL (Rancangan Acak Lengkap). Parameter yang diamati adalah suhu udara harian, waktu awal kematian ulat api, lethal time 50, mortalitas harian, dan mortalitas total. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun babadotan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Konsentrasi ekstrak daun babadotan yang efektif dalam mengendalikan ulat api adalah konsentrasi 20% dengan waktu awal kematian ulat api 4,5 jam, persentase mortalitas harian 32,5%, mortalitas total 92,5%, dan nilai lethal time 50 3,34 hari. Berdasarkan hasil pengamatan maka disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak babadotan maka semakin tinggi mortalitas ulat api dan semakin rendah nilai lethal time 50. Kata kunci : Elaeis guineensis Jacq., ekstrak babadotan, Setora nitens Walk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi
Depositing User: fapertapet -
Date Deposited: 05 Dec 2019 03:03
Last Modified: 05 Dec 2019 03:04
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/23012

Actions (login required)

View Item View Item