Demonstrasi Hafalan al-Qur’an sebagai Mahar dalam Perspektif Hukum Islam

Suhaimi, (2017) Demonstrasi Hafalan al-Qur’an sebagai Mahar dalam Perspektif Hukum Islam. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
1. 201733HK-S2 COVER.pdf

Download (261kB)
[img] Text
2. 201733HK-S2 PENGESAHAN.pdf

Download (284kB)
[img] Text
3. 201733HK-S2 KATA PENGANTAR.pdf

Download (276kB)
[img] Text
4. 201733HK-S2 DAFTAR ISI.pdf

Download (268kB)
[img] Text
5. 201733HK-S2 ABSTRAK.pdf

Download (323kB)
[img] Text
6. 201733HK-S2 BAB I.pdf

Download (367kB)
[img] Text
7. 201733HK-S2 BAB II.pdf

Download (770kB)
[img] Text
8. 201733HK-S2 BAB III.pdf

Download (282kB)
[img] Text
9. 201733HK-S2 BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (413kB)
[img] Text
10. 201733HK-S2 BAB V.pdf

Download (266kB)
[img] Text
11. 201733HK-S2 DAFTAR KEPUSTAKAAN.pdf

Download (290kB)

Abstract

Pada umumnya mahar itu dalam bentuk materi, baik berupa uang atau barang berharga lainnya. Syariat Islam memungkinkan mahar itu dalam bentuk jasa melakukan sesuatu. Ini adalah pendapat yang dipegang jumhur ulama. Kita kadang-kadang menemukan kasus pemberian mahar kepada calon istri berupa mendemonstrasikan atau memperdengarkan hafalan al-Qur’an. Mahar seperti ini tidak sebagaimana lazimnya yaitu emas, uang, harta atau perabotan rumah tangga lainnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap mahar berupa demonstrasi hafalan al-Qur’an ini. Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan (library research ), yang menggunakan sumber-sumber kepustakaan untuk membahas masalah-masalah yang telah dirumuskan. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data primer sebagai landasan dari penelitian ini dan menggunakan data-data lain yang berasal dari data sekunder yang berkaitan dengan tema penulisan ini, karena berdasarkan bidang kajiannya, jenis penelitian ini adalah penelitian hukum yang bersifat normatif. Data-data yang dihimpun terdiri atas bahan-bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku, majalah, hasil penelitian, dan internet, yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penelitian ini. Sumber utama dalam penelitian ini adalah Fiqh al-Islam wa Adillatuh karya Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-‘Arba’ah karya Abdurrahman al-Jaziri, dan lain-lain. Sedangkan data sekunder, yaitu buku-buku yang memiliki korelasi dan relevansi dengan judul penelitian. Hasil penelitian ini adalah pertama, bahwa mengenai pandangan ulamaulama mazhab terhadap ketentuan dan kedudukan mahar dalam pernikahan, menurut Abu Hanifah, dari mazhab Hanafi, mahar adalah kewajiban tambahan dalam akad nikah, sama statusnya dengan nafkah. Imam Malik berpendapat bahwa mahar merupakan rukun nikah. Imam Syafi’i mengatakan bahwa mahar adalah sesuatu yang wajib diberikan oleh laki-laki kepada perempuan, tapi tidak termasuk rukun. Imam Ahmad bin Hanbali mengatakan bahwa mahar adalah hak pertama isteri yang menjadi kewajiban suami. Mahar dengan kadar kepantasan adalah wajib dalam perkawinan, tetapi tidak harus ada ketika melakukan akad. Kedua, mengenai tinjauan hukum Islam terhadap mahar berupa demonstrasi hafalan al-Qur’an, ada ulama yang membolehkan dan ada yang tidak. Ulama yang membolehkan mendasarkan pendapatnya pada zhahir hadis dari Sahl bin Sa’ad. Bagi ulama yang tidak membolehkan beralasan bahwa mahar mesti berupa benda atau jasa yang bermanfaat bagi perempuan. Kalaupun mahar memakai al-Qur’an, bukan memamerkan hafalan tetapi mengajarkan. Maka yang dijadikan mahar bukan pameran hafalan al-Qur’an di majelis akad nikah, melainkan berupa ’jasa’ untuk mengajarkan al-Qur’an berikut dengan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms. Melda Fitriana
Date Deposited: 22 Nov 2019 03:41
Last Modified: 22 Nov 2019 03:41
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/22724

Actions (login required)

View Item View Item