ANALISIS PRAKIRAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR MINYAK KERETA API DIVISI REGIONAL I SUMATERA UTARA TAHUN 2019-2025

AGUNG DARMAWAN, 11555100620 (2019) ANALISIS PRAKIRAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKAR MINYAK KERETA API DIVISI REGIONAL I SUMATERA UTARA TAHUN 2019-2025. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
sejda-GDH.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB IV)
12. BAB IV fixx.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (871kB)

Abstract

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah operasional yang paling luas di Pulau Sumatera dengan jumlah stasiun sebanyak 44 stasiun. Selain itu, selama 5 tahun terakhir jumlah total perjalanan kereta api di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 83,35%. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara sudah melakukan prekiraan kebutuhan bahan bakar menggunakan metode BBM VHS. BBM VHS adalah suatu metode yang digunakan untuk memprakirakan kebutuhan bahan bakar minyak kereta api berdasarkan pelaporan jumlah kebutuhan bahan bakar minyak yang dipakai setiap hari dan yang dilaporkan. Metode ini memiliki kekurangan dari waktu prakiraan yang hanya satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk Menghasilkan dan Menganalisis prakiraan kebutuhan bahan bakar minyak kereta api Divisi Regional I Sumatera Utara tahun 2019-2025 serta menganalisis nilai elastisitas energi dengan Kebijakan Energi Nasional. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak LEAP dengan menggunakan Metode skenario (Bussines As Usual) BAU dan skenario Alternative Fuel Replacement (AFR). Hasil dari simulasi pada skenario BAU total jumlah permintaan bahan bakar minyak tahun 2019 mencapai 1.328,2018 Ribu SBM mengalami peningkatan sebesar 1.672,3655 Ribu SBM pada tahun 2025. Sedangkan pada skenario AFR total jumlah permintaan bahan bakar minyak mengalami penurunan pada tahun 2019 sebesar 1.261,7917 Ribu SBM dan tahun 2025 mencapai 1.167,8752 Ribu SBM. Hal ini terjadi karena pada skenario AFR terjadi peningkatan teknologi efisiensi pada kereta api dengan cara pengalihan bahan bakar bakar alternatif biosolar sebesar 5% setiap tahun. Didapatkan dari hasil simulasi nilai elastisitas energi sebesar 0,43% untuk skenario BAU sedangkan pada skenario AFR nilai elastisitas energi yang dihasilkan sebesar -0,14%. Kata Kunci : Prakiraan Permintaan Bahan Bakar Minyak, Kereta Api, LEAP, Skenario BAU, Skenario AFR, Nilai Elastisitas Energi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 620 Ilmu Teknik > 621 Fisika Terapan > 621.381 Teknik Elektronika
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Elektro
Depositing User: fsains -
Date Deposited: 19 Nov 2019 07:51
Last Modified: 19 Nov 2019 07:51
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/22628

Actions (login required)

View Item View Item