Fenomena Kelainan Seksual (Syudzuz al-Jinsiyyah ) Menurut Al-Quran dan Sunnah

Muhibuddin Akhmad, (2017) Fenomena Kelainan Seksual (Syudzuz al-Jinsiyyah ) Menurut Al-Quran dan Sunnah. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
1. 201719HK-S2Cover.pdf

Download (261kB)
[img] Text
2. 201719HK-S2PENGESAHAN.pdf

Download (535kB)
[img] Text
3. 201719HK-S2Kata Pengantar.pdf

Download (280kB)
[img] Text
4. 201719HK-S2DAFTAR ISI.pdf

Download (265kB)
[img] Text
5. 201719HK-S2ABTRAK.pdf

Download (309kB)
[img] Text
6. 201719HK-S2BAB I.pdf

Download (332kB)
[img] Text
7. 201719HK-S2BAB II.pdf

Download (284kB)
[img] Text
8. 201719HK-S2BAB III.pdf

Download (383kB)
[img] Text
9. 201719HK-S2BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (759kB)
[img] Text
10. 201719HK-S2BAB V.pdf

Download (257kB)
[img] Text
11. 201719HK-S2Daftar Pustaka.pdf

Download (263kB)

Abstract

Penyimpangan seksual akhir-akhir ini mencuat kembali di masyarakat seperti perzinahan, Jima’ dengan binatang, Jima’ waktu haid, perkosaan, necrophilia, Pornografi, dan lain-lainnya. Gangguan kejiwaan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai macam hal, diantaranya adalah lingkungan. Dan pengaruh dari teman, pengalaman pribadi yang buruk dan lain sebagainya. Sehingga sering kita mendengar orang-orang yang melakukan kebiasaan seks menyimpang karena ia merasa dendam sehingga ia melampiaskannya kepada orang lain. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas ini dengan mengemukakan pendapat-pendapat ulama khususnya para ahli tafsir dan hadis. Bagaimana Al-Qur’an dan hadis memandang persoalan ini, dan bagai mana pula pencegahannya menurut Al-Quran dan Sunnah. Metode penulis gunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library reseach) dengan jalan meneliti dan membaca karya-karya yang mempunyai relevansi dengan kajian yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Adapun hasil kajian adalah Islam mengharamkan segala bentuk perbuatan seks menyimpang, karena seks dengan cara dan jalan yang benar adalah ibadah dalam Islam. Setiap bentuk kenikmatan yang dapat membantu tercapainya kenikmatan di akhirat kelak adalah dicintai dan diridhai Allah. Pelakunya mendapat kenikmatan pada dua sisi. Pertama, perasaan serta penglihatannya yang juga merasakan kenikmatan tersebut. Kedua, bahwa kenikmatan tersebut dapat mengantarnya menuju ridha Allah serta kenikmatan yang lebih sempurna di akhirat. Inilah bentuk kenikmatan yang mana setiap yang berakal semestinya berusaha untuk mencapainya dan bukan kenikmatan semu yang beresiko mendatangkan penyakit atau justru menghilangkan kenikmatan besar yang semestinya didapat. Dan pencegahan seks menyimpang diantaranya adalah : memelihara kemaluan dari hal yang diharamkan, menjaga pandangan, tidak berkhalwat, tidak bertabarruj, wanita muslimah tidak berpergian sendirian, tidak bercampur baur laki-laki dan perempuan, dan mengajarkan pendidikan seks dalam keluarga.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms. Melda Fitriana
Date Deposited: 19 Nov 2019 02:38
Last Modified: 19 Nov 2019 02:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/22585

Actions (login required)

View Item View Item