Implementasi Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Pekanbaru

Syafliwar, (2017) Implementasi Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Pekanbaru. Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
1. 201716HK-S2COVER.pdf

Download (269kB)
[img] Text
2. 201716HK-S2PENGESAHAN.pdf

Download (298kB)
[img] Text
3. 201716HK-S2KATA PENGANTAR.pdf

Download (274kB)
[img] Text
4. 201716HK-S2DAFTAR ISI.pdf

Download (265kB)
[img] Text
5. 201716HK-S2ABSTRAK.pdf

Download (314kB)
[img] Text
6. 201716HK-S2BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (400kB)
[img] Text
7. 201716HK-S2BAB II LANDASAN TEORITIS.pdf

Download (710kB)
[img] Text
8. 201716HK-S2BAB III METODE PENELITIAN.pdf

Download (278kB)
[img] Text
9. 201716HK-S2BAB IV PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (501kB)
[img] Text
10. 201716HK-S2BAB V KESIMPULAN.pdf

Download (264kB)
[img] Text
11. 201716HK-S2DAFTAR KEPUSTAKAAN.pdf

Download (288kB)

Abstract

Mediasi bagi para pihak yang berperkara bertujuan untuk tercapainya penyelesaian sengketa yang menghasilkan keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak, penyelesaian perkara lebih cepat dan biaya murah, hubungan baik para pihak yang bersengketa tetap dapat terjaga. Sedangkan bagi pengadilan agama, tujuan mediasi adalah mengurangi kemacetan dan penumpukan perkara di pengadilan, dan memperlancar jalur keadilan di masyarakat, tapi dalam implementasinya penyelesaian perkara melalui mediasi di pengadilan agama dapat menambah waktu, menambah beban kerja hakim sebagai mediator, kemampuan mediator lemah terbukti dari minimnya mediator hakim bersertifikat mediator dan sikap para pihak yang memandang mediasi sebagai sarana yang dapat menghambat para pihak menyelesaikan sengketanya di pengadilan. Implementasi mediasi di Pengadilan Agama Pekanbaru belum dapat menekan angka perceraian. Permasalahan yang penulis rumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian, apa upaya hakim mediator agar mediasi lebih optimal dan kendala yang dihadapi hakim mediator dalam proses mediasi perkara perceraian. Jenis penelitian yang digunakan adalah field reseach (penelitian lapangan) dan jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris atau sosiologis, yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik analisa yang dipakai adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode induktif- deduktif. Kesimpulan tesis ini adalah Pengadilan Agama Pekanbaru telah mengimplementasikan PERMA No. 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, walaupun keberhasilan mediasi perkara perceraian masih rendah, tetapi hakim mediator terus berupaya agar mediasi perkara perceraian lebih optimal agar bisa mengurangi angka perceraian. Di antara upaya hakim mediator adalah melaksanakan mediasi dalam ruangan tertutup, hakim mediator menjelaskan arti,maksud,tujuan dan manfaat mediasi, hakim mediator tampil sebagai sosok penengah dalam menyelesaikan sengketa para pihak, memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi para pihak, melakukan kaukus. Kendala yang dihadapi hakim mediator dalam proses mediasi antara lain, hakim mediator di Pengadilan Agama Pekanbaru belum ada yang memiliki sertifikat mediator, mediasi menambah beban kerja hakim, ruangan mediasi yang belum memadai, kurangnya perhatian para pihak terhadap mediasi, kurangnya kepatuhan dan kesungguhan para pihak mengikuti proses mediasi, tidak hadirnya salah satu pihak dalam proses mediasi, tidak adanya mediator yang bersertifikat di luar pengadilan yang membantu proses mediasi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Program Pascasarjana > S2 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms. Melda Fitriana
Date Deposited: 18 Nov 2019 04:55
Last Modified: 18 Nov 2019 04:55
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/22532

Actions (login required)

View Item View Item