ANALISIS TERHADAP PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM PENGADILAN AGAMA PEKANBARU NOMOR 0198/PDT.G/2018/PA.PBR TENTANG PENETAPAN HADHANAH PASCA PERCERAIAN.

SITI ASIYAH, 11521201434 (2019) ANALISIS TERHADAP PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM PENGADILAN AGAMA PEKANBARU NOMOR 0198/PDT.G/2018/PA.PBR TENTANG PENETAPAN HADHANAH PASCA PERCERAIAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (400kB)
[img] Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV.pdf

Download (15MB)

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh putusan hakim Pengadilan Agama Pekanbaru berkenaan dengan hadhanah. Pada putusan pengadilan tersebut penggugat ditetapkan sebagai pemegang hak pengasuh (hadhanah) terhadap anak-anaknya. Akan tetapi amar pada putusan tersebut hanya bersifat pernyataan hak asuh anak dipegang oleh penggugat. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pertimbangan putusan hakim Pengadilan Agama Pekanbaru nomor 0198/Pdt.G/2018/PA.Pbr tentang penetapan hadhanah pasca perceraian, serta bagaimana analisis hukum Islam terhadap putusan hakim tersebut. Penelitian ini termasuk kategori penelitian kepustakaan (library research). Data primer dalam penelitian ini berupa putusan Pengadilan Agama Pekanbaru nomor 0198/Pdt.G/2018/PA.Pbr, dan data sekundernya berasal dari buku-buku yang berkaitan dengan hadhanah dan hukum acara peradilan agama serta buku-buku yang dianggap perlu sebagai penunjang penelitian tersebut. Hasil penelitian ini adalah mengenai putusan tentang pertimbangan hakim Pengadilan Agama Pekanbaru nomor 0198/Pdt.G/2018/PA.Pbr tentang penetapan hadhanah pasca perceraian bahwa hakim mempertimbangkan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan. Selain itu, hakim memutuskan bahwa putusan ini dapat dijalankan dengan serta merta. Putusan Pengadilan Agama Pekanbaru nomor 0198/Pdt.G/2018/PA.Pbr tentang penetapan hadhanah telah sesuai dengan ketentuan hukum Islam untuk lebih mendahulukan kepentingan dan kemaslahatan anak serta lebih memberikan nilai keadilan bagi penggugat (ibu). Hakim juga menuntut tergugat untuk menjalankan putusan sebagaimana yang telah ditetapkan, karena hal ini sesuai dengan kaidah “tidak boleh menentang keputusan hakim setelah diputuskan (dengan keputusan yang tepat)”. Kata kunci: Hadhanah , Pasca Perceraian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 18 Nov 2019 02:38
Last Modified: 18 Nov 2019 02:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/22434

Actions (login required)

View Item View Item