KEMU’JIZATAN AL-QUR’AN DARI ASPEK BALAGHAH (Bentuk Bentuk dan Penafsiran Ulama’ Terhadap Lafadz-Lafadz Isti’aroh Dalam Surat Yasin)

Ahmad Fakhrur Rozy, (2011) KEMU’JIZATAN AL-QUR’AN DARI ASPEK BALAGHAH (Bentuk Bentuk dan Penafsiran Ulama’ Terhadap Lafadz-Lafadz Isti’aroh Dalam Surat Yasin). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201116-.pdf

Download (721kB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai mu’jizat atas kerasulan-nya. Di dalamnya terdapat bahasa dan huruf yang asli, yaitu bahasa dan huruf Arab, yang sulit untuk diresapi isi dan kandungannya, tanpa menggunakan ilmu Balaghah. Banyak sekali di dalam Al-Qur'an terdapat lafadz-lafadz isti’aroh (penggunaan kata tidak sebenarnya) yang besar peranannya dalam memahami al-Qur’an secara mendalam sekaligus sebagai bukti atas kemu’jizatan al-Qur’an. Penelitian ini berjudul “KEMU’JIZATAN AL-QUR’AN DARI ASPEK BALAGHAH” (Bentuk-Bentuk dan Penafsiran Ulama’ Terhadap Lafadz-Lafadz Isti’aroh Dalam Surat Yasin). Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library receach) yang dilakukan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Adapun masalah yang penulis teliti adalah penafsiran ulama’ terhadap lafadz isti’aroh dalam Surat Yasin, karena merupakan salah satu surat al-Qur’an yang dibaca oleh kebanyakan mmasyarakat Indonesia dan merupakan hati al-Qur’an serta bagi yang membacanya sekali, seakan-akan membaca al-Qur’an sepuluh kali lipat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lafadz dan penafsiran ulama’ terhadap lafadz-lafadz isti’aroh yang terdapat dalam surat Yasin. Penulis menggunakan sumber primer dan sekunder yang berhubungan dengan obyek kajian. Sedangkan metode yang digunakan adalah analisis balaghiah dengan menggunakan bagian dari ilmu bayan yaitu isti’aroh. Dalam pelaksanaan penelitian penulis menemukan 11 lafadz dalam surat Yasin yang termasuk isti’aroh. Ayat-ayat tersebut dikategorikan majazi karena telah berpindah dari makna sebenarnya kepada makna majazi disebabkan adanya hubungan penyerupaan (‘alaqah musyabahah). Adapun jenis-jenis isti’aroh adalah : ada empat isti’aroh tasyrikhiyyah taba’iyyah, empat isti’aroh tamtsiliyyah, satu istiaroh tasyrikhiyyah ashliyyah dan dua isti’aroh makniyyah taba’iyyah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:18
Last Modified: 29 Dec 2015 04:18
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/220

Actions (login required)

View Item View Item