Status Anak Diluar Perkawinan yang Sah Menurut Ibn al-Qayyim dan Relevansinya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUUVIII/2010.

Yengkie Hirawan, (2017) Status Anak Diluar Perkawinan yang Sah Menurut Ibn al-Qayyim dan Relevansinya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUUVIII/2010. Disertasi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img] Text
1. 20171HK-S3Cover.pdf

Download (268kB)
[img] Text
2 20171HK-S3Pengesahan.pdf

Download (297kB)
[img] Text
3. 20171HK-S3Kata Pengantar.pdf

Download (267kB)
[img] Text
4. 20171HK-S3Daftar Isi.pdf

Download (272kB)
[img] Text
5. 20171HK-S3Abstrak 3 Bahasa.pdf

Download (325kB)
[img] Text
6. 20171HK-S3Bab I.pdf

Download (697kB)
[img] Text
7. 20171HK-S3Bab II.pdf

Download (933kB)
[img] Text
8. 20171HK-S3Bab III.pdf

Download (1MB)
[img] Text
9. 20171HK-S3Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
10. 20171HK-S3Bab V.pdf

Download (284kB)
[img] Text
11. 20171HK-S3Daftar Pustaka.pdf

Download (588kB)

Abstract

Menurut jumhur ulama, nasab timbal balik antara ayah dan anak hanya melalui coitus yang sah secara syar’î, yaitu nikah, atau coitus yang tidak bisa dikenakan sanksi zina, yaitu coitus pada nikah fâsid dan watha` syubhat. Namun, Ibn alQayyim terkesan mendukung penasaban anak zina juga kepada ayah biologisnya. Ibn al-Qayyim menguatkan pendapatnya tersebut dengan menggunakan metode qiyâs shaḥîḥ. Pendapat yang relatif sama kemudian juga muncul dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, tetapi tanpa panduan metodologis yang jelas dari kacamata ushûl al-fiqḧ, dalam penetapan putusan itu. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pendapat dan metodologi Ibn alQayyim tentang status anak diluar perkawinan serta relevansinya dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research ), dan menjadikan berbagai karya Ibn al-Qayyim sebagai sumber data utamanya. Karena data penelitian ini dominan berupa teks, maka ada dua “model” kerja yang penulis tempuh: Pertama, sedapat mungkin menampilkan makna yang dikehendaki Ibn al-Qayyim lewat tulisannya dengan upaya “menjadi” dirinya dalam konteks personal dan sosial masanya. Kedua, “membaca” pemikiran Ibn alQayyim sesuai kapasitas personal peneliti dan konteks sosial kekinian.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: 200 Agama
Divisions: Program Pascasarjana > S3 > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms. Melda Fitriana
Date Deposited: 05 Nov 2019 08:28
Last Modified: 05 Nov 2019 08:28
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/21977

Actions (login required)

View Item View Item