TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PENGULANGAN AKAD NIKAH DI KUA KECAMATAN PAYAKUMBUH UTARA

RAHMA MUSTIKA, 11521201283 (2019) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PENGULANGAN AKAD NIKAH DI KUA KECAMATAN PAYAKUMBUH UTARA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img] Text (BAB IV)
BAB IV BARU.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (685kB)
[img] Text
SKRIPSI GABUNGAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang penulis mengambil judul ini karena adanya beberapa masyarakat yang melaksanakan pengulangan akad nikah di KUA Kecamatan Payakumbuh Utara disebabkan sebelumnya mereka sudah melaksanakan pernikahan di bawah tangan. Oleh karena itu mereka melaksanakan pengulangan akad nikah di KUA untuk mendapatkan bukti legalitas pernikahan yaitu akta nikah. Padahal berdasarkan kompilasi hukum Islam pasal 7 dijelaskan tentang itsbat nikah di Pengadilan Agama bagi masyarakat yang belum mempunyai bukti legalitas pernikahan yaitu akta nikah. Adapun pengulangan akad nikah tidak ada peraturan yang mengatur tentang itu. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang pelaksanaan pengulangan akad nikah menurut hukum Islam bukan wewenang KUA melaksanakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengulangan akad nikah di KUA Kecamatan Payakumbuh Utara, faktor penyebabnya dan tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan pengulangan akad nikah tersebut. Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini yaitu di KUA Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini di antaranya yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Adapun teknik analisa datanya yaitu deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian penulis, bahwa pelaksanaan pengulangan akad nikah di KUA Kecamatan Payakumbuh Utara sama dengan pasangan yang baru melaksanakan akad nikah. Sehingga tetap mengikuti prosedur mulai dari administrasi yaitu melengkapi berkas sebagai persyaratan, proses pemeriksaan, proses screning, dan pelaksanaan akad nikah. Adapun faktor penyebab mereka melakukan pengulangan akad nikah berdasarkan penelitian penulis ada 2 yaitu: Pertama, tidak terpenuhi rukun dan syarat pada pernikahan pertama mereka. Kedua, untuk mendapat bukti legalitas berupa buku nikah dari KUA. Berdasarkan 2 faktor tersebut, adapun analisa penulis terhadap pelaksanaan pengulangan akad nikah tersebut ditinjau menurut hukum Islam yaitu pengulangan akad nikah karena disebabkan belum terpenuhi rukun dan syarat pernikahan adalah wajib. Karena pernikahan mereka tidak sah, jika tidak menikah lagi maka akan jatuh dalam perbuatan zina. Adapun pengulangan akad nikah karena untuk mendapatkan bukti legalitas pernikahan berdasarkan analisa penulis berdasarkan hukum Islam maka hukumnya boleh dan tidak merusak akad yang pertama. Karena tujuan pengulangan akad nikah ini juga untuk memperkuat status pernikahannya. Akan tetapi di Indonesia sudah ada peraturan untuk mendapatkan bukti legalitas pernikahan yaitu itsbat nikah di Pengadilan Agama. Sehingga mereka seharusnya mengajukan itsbat nikah bukan melakukan pengulangan akad nikah. Karena melakukan pengulangan akad nikah juga mempunyai resiko terutama bagi mereka yang sudah mempunyai anak serta tidak sesuai aturan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 29 Oct 2019 04:03
Last Modified: 29 Oct 2019 04:03
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/21749

Actions (login required)

View Item View Item