MAKNA KATA AL-BAHRAIN DALAM AL-QURAN DARI SUDUT ILMU PENGETAHUAN (STUDI KEMUKJIZATAN ILMIAH AL-QURAN)

Erik Widi Riyanto, (2011) MAKNA KATA AL-BAHRAIN DALAM AL-QURAN DARI SUDUT ILMU PENGETAHUAN (STUDI KEMUKJIZATAN ILMIAH AL-QURAN). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201109.pdf

Download (613kB) | Preview

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi bahwa ada suatu fenomena alam yakni sungai di bawah laut dan mengenai instalasi penyulingan air tawar di dalam laut, keduanya menyangkut keberadaan air tawar di dalam laut atau lebih tepatnya pertemuan dua jenis air yaitu: air tawar dan air asin. Keduanya bertemu tetapi tidak saling melampaui atau bercampur dikarenakan ada sekat pembatas. Hal ini berkenaan dengan ayat-ayat al-Quran yang menyakut dengan kata al-bahrain (dua laut) dalam al-Quran, yaitu sebuah realita ilmiah yang telah diisyaratkan al-Quran 14 abad yang lalu melalui lisan Nabi kita Muhammad SAW yang belum pernah mengarungi lautan, tentu saja ini menyangkut kemukjizatan ilmiah al-Quran dan ilmu pengetahuan. Maka penulis mengangkat penelitian ini dengan judul “MAKNA KATA AL-BAHRAIN DALAM AL-QURAN DARI SUDUT ILMU PENGETAHUAN (STUDI KEMUKJIZATAN ILMIAH AL-QURAN).” Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini, penulis melakukan penelitian dalam bentuk Library Research, dengan menggunkan literatur tafsir klasik dan modern. Adapun tafsir klasik yang dimaksud adalah Tafsir Ibnu Katsir, dan tafsir modern adalah Tafsir Fi Zhilalil Quran dan al- Misbah. Selanjutnya metode yang digunakan adalah metode tematik yang bercorakkan tafsir ilmi, yaitu sebuah pendekatan yang mengarah kepada perkembangan ilmu pengetahuan yang menyangkut tentang i’jaz al-Quran, terutama tentang kemukjizatan ilmiah al-Quran yang menyangkut pada kata al-bahrain sebagai tema sentral. Kajian ini bertolak pada suatu permasalahan yaitu: apa yang dimaksud dengan dua laut (al-bahrain) dari sudut ilmu pengetahuan?. Dari permasalahan inilah akan terungkap bahwa apa sebab keduanya (al-bahrain) bertemu tetapi tidak bercampur, padahal keduanya itu merupakan zat yang mudah bercampur. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh menggunakan penemuan- penemuan ilmiah dan sains yang berkembang dewasa ini, terutama yang menyangkut bidang ilmu kelautan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka hasil kajian ini menunjukkan bahwa kata al-bahrain dalam al-Quran dari sudut ilmu pengetahuan mempunyai dua makna yaitu: pertama, bermakna “dua lautan” dan tidak bercampurnya dikarenakan perbedaan salinitas, temperatur, dan berat jenis. Adapun sekat pemisahnya disebut Mixed Water Area. Kedua, bermakna “air tawar (sungai) dan air asin (laut)” tidak bercampurnya juga karena adanya perbedaan salinitas, temperatur, dan berat jenis dan pemisahnya disebut dengan Zone Pycnocline. Hal ini membuktikan bahwa apa yang diungkapkan al-Quran ternyata dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan dengan tidak ada pertentangan sedikit pun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:18
Last Modified: 29 Dec 2015 04:18
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/216

Actions (login required)

View Item View Item