OPTIMASI KONSENTRASI 2,4-D DAN BAP TERHADAP INDUKSI KALUS TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.) MELALUI KULTUR IN VITRO

Syukroni Amaliah, - (2019) OPTIMASI KONSENTRASI 2,4-D DAN BAP TERHADAP INDUKSI KALUS TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.) MELALUI KULTUR IN VITRO. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text (gabung)
GABUNG.pdf

Download (6MB) | Preview
[img] Text (Hasil dan Pembahasan)
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (406kB)

Abstract

Syukroni Amaliah (2019): OPTIMASI KONSENTRASI 2,4-D DAN BAP TERHADAP INDUKSI KALUS TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.) MELALUI KULTUR IN VITRO Sirih merah (Piper crocatum Ruiz and Pav.) merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin serta peptida. Kandungan metabolit sekunder memiliki berbagai manfaat seperti dapat menurunkan kadar gula darah, sebagai antimikroba dan sebagai antioksidan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mendapatkan metabolit sekunder adalah melalui kultur in vitro dengan menggunakan 2,4-D (2,4 Dichlorophenoxyacetic acid) dan BAP ( Benzyl Amino Purine) sebagai zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan: 1). Mendapatkan konsentrasi 2,4-D yang tepat dalam menginduksi kalus sirih merah; 2). Mendapatkan konsentrasi BAP yang tepat dalam menginduksi kalus sirih merah; 3). Mendapatkan interaksi konsentrasi 2,4-D dan BAP dalam menginduksi kalus sirih merah. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai Febuari 2019 di laboraturium Kultur Jaringan Balai Benih Induk (BBI). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 10 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian 2,4-D dengan konsentrasi 0 ppm, 0,5 ppm dan 1 ppm. Faktor kedua adalah pemberian BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 1 ppm dan 2 ppm. Parameter yang diamati meliputi: waktu muncul kalus, warna kalus, tekstur kalus dan persentase terbentuknya kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 2,4-D dan BAP pada media tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul kalus, tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase terbentuknya kalus. Terdapat interaksi pada perlakuan 1 ppm 2,4-D + 0 ppm BAP terhadap persentase terbentuknya kalus yaitu sebesar 100%. Penggunaan 1 ppm 2,4-D + 0 ppm BAP merupakan perlakuan terbaik untuk menginduksi kalus sirih merah. Kata Kunci: Kalus, Metabolit sekunder, Mikropropagasi,

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 630 Usaha Tani, Pertanian, Teknologi Pertanian > 630.7 Pendidikan Pertanian, Riset Penelitian Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian dan Peternakan > Agroteknologi
Depositing User: fapertapet -
Date Deposited: 22 Oct 2019 04:38
Last Modified: 22 Oct 2019 04:38
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/21587

Actions (login required)

View Item View Item