KISAH PENGANGKATAN ADAM SEBAGAI KHALIFAH MENURUT PENAFSIRAN SYEIKH MUHAMMAD ABDUH ( STUDI DALAM TAFSIR AL- MANAR )

Sofierdi, (2011) KISAH PENGANGKATAN ADAM SEBAGAI KHALIFAH MENURUT PENAFSIRAN SYEIKH MUHAMMAD ABDUH ( STUDI DALAM TAFSIR AL- MANAR ). Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2011_201104-.pdf

Download (444kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Kisah Pegangkatan Adam Sebagai Khalifah Dalam Al- Qur an Menurut Penafsiran Syeikh Muhammad Abduh ( Studi Dalam Tafsir Al- Manar ) “. Penulis sengaja mengambil tema ini karena penulis merasa tema ini cukup menarik untuk diteliti. Kisah Adam tidak memiliki fakta historis sehingga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, ketika kita berbicara tentang kisah Adam maka kita tidak bisa berbiacara atas dasar fakta sejarah, kerena tidak ada bukti untuk itu, tetapi kita harus berbicara atas dasar keimanan, kerena Al Qur an telah memaparkannya. Syeikh Muhammad Abduh adalah seorang mufassir dan pembaharu pemikiran, yang memiliki banyak perbedaan dengan para mufassir terdahulu. Bahkan banyak dari buah pikirannya yang ditentang oleh para mufassir. Muhammad ‘Abduh dalam menafsirkan kisah Adam lebih berbicara masalah filsafat manusia dari pada kisahnya itu sendiri sebagai suatu fakta historis. Bahkan dia condong menganggap kisah Adam itu sebagai peristiwa yang tidak benar benar terjadi, melainkan sebagai kisah simbolik, kisah yang menyimbolkan eksistensi karakter dasar internal manusia. Inilah yang melatar belakangi dan menarik perhatian penulis untuk mengangkat “ Kisah Pengangkatan Adam Sebagai Khalifah Dalam Al- Qur An Menurut Penafsiran Syeikh Muhammad Abduh ( Studi Dalam Tafsir Al- Manar ) dengan rumusan bagaiman penafsiran Syeikh Muhammad Abduh tentang kisah penciptaan Adam dalam surah Al- Baqarah ayat : 30- 35. Untuk mewujudkan hal ini penulis berusaha mengetengahkan pemikiran Abduh dengan metode Content Analysis ( analisis isi ), yang lebih mengdepankan analisis rasional dan teoritik, dengan menjadikan Al- Qur an dan Tafsir Al- Manar yang memiliki corak penafsiran Adabiy wa Ijtima’i ( sastra Budarya Kemasyarakatan ) sebagai data Primer dan buku- buku lainya yang memiliki hubungan sebagai mdata Sekunder. Adapun kesimpulan yang penulis peroleh adalah bahwa Logika berpikir ‘Abduh dalam penafsirannya tentang kisah Adam menampakkan secara kuat logika Aristoteles dan mendemonstrasikan model hermeneutika filosofisnya Gadamer, sehingga Abduh berpendapat bahwa Manusia mempunyai potensi potensi bawaan baik positif maupun negatif dalam menjalani eksistensi kehidupannya. Kedua potensi itu tidak bisa dihilangkan dari diri manusia karena keduanya berproses secara dialektik mewujudkan otonomi manusia secara moral. Dengan karakter dasar seperti inilah manusia ditetapkan sebagai aktor-aktif kosmis, atau dalam bahasa al-Qur’an. Khalifah di muka bumi ini.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:17
Last Modified: 29 Dec 2015 04:17
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/215

Actions (login required)

View Item View Item