PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII SMP NEGERI I SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGGINGI

RIKA MARLIANTI, (2013) PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VII SMP NEGERI I SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGGINGI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
2013_2013816PMT.pdf

Download (560kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Dalam Penelitian ini rumusan masalahnya adalah “Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional?” Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri I Singingi yang berjumlah 88 orang dan sampel penelitian ini adalah kelas VII.1 yang berjumlah 30 orang (sebagai kelas eksperimen) dan kelas VII.3 yang berjumlah 29 orang (sebagai kelas kontrol). Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan dokumentasi, observasi, dan tes. Dalam penelitian ini, pertemuan dilaksanakan sebanyak enam kali, yaitu lima kali pertemuan dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran Contextual Teaching Learning dan pertemuan terakhir dilaksanakan posttest. Data kuantitatif tentang kemampuan pemecahan masalah siswa diperoleh dari posttest dalam bentuk essay. Selanjutnya data tersebut di analisis secara statistik, dan berdasarkan hasil data yang diperoleh yang dianalisis menggunakan test “t” pada taraf signifikan 5% di peroleh ttabel sebesar 2,00 dan pada taraf signifikan 1% diperoleh ttabel sebesar 2,65. Dengan thitung sebesar 3,564 berarti lebih besar dari ttabel baik pada taraf signifikan 5% maupun taraf signifikan 1% (2,00 < 3,564 > 2,65) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan skor postes kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvenisonal di SMP Negeri I Singingi di Kabupaten Kuantan Singingi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 500 Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 510 Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Surya Elhadi
Date Deposited: 29 Jan 2016 03:44
Last Modified: 29 Jan 2016 03:44
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/2135

Actions (login required)

View Item View Item