HAK DAN KEWAJIBAN PEREMPUAN MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN ( Suatu Tinjauan Tafsir Mawdhu’iy)

Sri Purwanti, (2009) HAK DAN KEWAJIBAN PEREMPUAN MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN ( Suatu Tinjauan Tafsir Mawdhu’iy). Thesis thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

[img]
Preview
Text
2009_201106.pdf

Download (577kB) | Preview

Abstract

Salah satu kajian mawdhu’iy (tematis) al-Qur'an yang menarik dewasa ini adalah tentang Perempuan, di mana sejarah menginformasikan bahwa sebelum turunnya al-Quran nasib kaum perempuan sangat menyedihkan. Mereka diperjualbelikan, sedangkan yang berumah tangga sepenuhnya berada di bawah kekuasaan suaminya. Mereka tidak memiliki hak-hak sipil, bahkan hak waris pun tidak ada. Pada puncak peradaban Yunani, wanita diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera lelaki. Hubungan seksual yang bebas tidak dianggap melanggar kesopanan, tempat-tempat pelacuran menjadi pusat-pusat kegiatan politik dan sastra/seni. Patung-patung telanjang yang terlihat di negara-negara Barat adalah bukti atau sisa pandangan tersebut. Situasi dan pandangan yang demikian tentunya tidak sejalan dengan petunjuk-petunjuk al-Quran. Di sisi lain, sedikit atau banyak pandangan demikian mempengaruhi pemahaman sementara pakar terhadap redaksi petunjuk-petunjuk al-Quran. Padahal al-Quran berbicara tentang perempuan dalam berbagai surat, dan pembicaraan tersebut menyangkut berbagai sisi kehidupan. Ada ayat yang berbicara tentang hak dan kewajibannya, ada pula yang menguraikan keistimewaan tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah agama dan kemanusiaan. Berdasarkan fenomena di atas, pada gilirannya mendorong penulis untuk melakukan satu studi berjudul: HAK DAN KEWAJIBAN PEREMPUAN MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Suatu Tinjauan Tafsir Mawdhu’iy). Dengan memperhatikan latar belakang yang ada, penulis berpendapat bahwa studi ini merupakan bidang garap yang cukup menarik. Oleh karena pembahasan tentang Perempuan dalam al-Qur’an cakupannya cukup luas, maka penulis membatasi permasalahan penelitian ini hanya pada, Hak-hak dan Kewajiban Perempuan. Berdasarkan batasan masalah tersebut, pokok permasalahan yang diteliti dapat penulis rumuskan sebagai berikut : Apa saja hak-hak dan kewajiban perempuan menurut pandangan al-Qur’an? Pandangan al-Qur’an tentang Perempuan sebagaimana disebutkan dalam QS. al-Nisa’ ayat: 1 dan QS. al-Hujurat ayat 13 adalah sama seperti Adam, walaupun ada hadis Shaheh yang menyatakan bahwa Perempuan (hawa) berasal dari tulang rusuk Adam sebelah kiri, akan tetapi para ulama menegaskan bahwa hadis tersebut perlu dipahami secara metafora. Dengan demikian al-Qur’an mendudukkan perempuan pada tempat yang sewajarnya, serta meluruskan segala pandangan salah dan keliru yang berkaitan dengan kedudukan, hak dan kewajiban perempuan. Kalaupun ada perbedaan hanyalah akibat fungsi dan tugas utama yang dibebankan Tuhan kepada masing-masing jenis kelamin, sehingga perbedaan yang ada tidaklah mengakibatkan yang satu merasa memiliki kelebihan daripada yang lain.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.1 Sumber-sumber Agama Islam, Kitab Suci Agama Islam > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: eva sartika
Date Deposited: 29 Dec 2015 04:17
Last Modified: 29 Dec 2015 04:17
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/212

Actions (login required)

View Item View Item