ANALISIS SEKSYEN 21 ENAKMEN UNDANG-UNDANG KELUARGA ISLAM NEGERI MELAKA TAHUN 2002 MENGENAI PENETAPAN MAHAR DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM

HASLINA BINTI DAHLAN, - (2019) ANALISIS SEKSYEN 21 ENAKMEN UNDANG-UNDANG KELUARGA ISLAM NEGERI MELAKA TAHUN 2002 MENGENAI PENETAPAN MAHAR DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
GABUNGAN KECUALI BABA IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (399kB)

Abstract

Haslina Binti Dahlan (2019): Analisis Seksyen 21 Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Negeri Melaka Tahun 2002 Mengenai Penetapan Mahar Ditinjau Menurut Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketetapan mahar menurut Seksyen 21 Enakmen Undang-undang Keluarga Islam Negeri Melaka Tahun 2002 di mana mahar merupakan pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai bentuk dari aplikasi perintah syar’i. Ketentuan pemberian mahar dalam Islam tidak ditentukan jumlah dan bentuknya. Namun, hal ini berbeda dengan aturan yang berlaku di Negeri Melaka yang menetapkan standar mahar oleh Jabatan Agama Islam Melaka (JAIM) bagi seluruh masyarakat Negeri Melaka yang ingin melangsungkan perkawinan. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana ketentuan mahar menurut Seksyen 21 Undang-Undang Keluarga Islam Negeri Melaka Tahun 2002 dan bagaimana tinjauan hukum Islam tentang ketentuan mahar tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan lebih jelas tentang ketetapan mahar dan selanjutnya mengetahui analisis hukum Islam ke atasnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif hukum Islam yang menggunakan metode library research yaitu dengan mengambil dan membaca serta menelaah literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer yang penulis gunakan sebagai rujukan utama yaitu Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Negeri Melaka Tahun 2002. Bahan hukum sekunder ialah buku-buku atau literatur-literatur yang berkait tentang masalah yang diteliti. Bahan hukum tersier adalah kamus bahasa Arab dan al-Quran. Dari penelitian ini, penulis dapatkan hasil bahwa dari penetapan mahar oleh Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Negeri Melaka pada Seksyen 21 dapat dibenarkan dalam hukum Keluarga Islam. Ia mustahabbun (المستحاب) karena mendatangkan kemaslahatan dalam pelaksanaannya dan menjamin kehormatan wanita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Karya Umum > 001 Ilmu Pengetahuan > 001.42 Metode Riset
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 07 Oct 2019 04:22
Last Modified: 07 Oct 2019 04:22
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/21116

Actions (login required)

View Item View Item