TRADISI MAHIYEH ANAK DARO (PENGANTIN BARU) DALAM PERNIKAHAN ADAT DI JORONG LANCANG KENAGARIAN III KOTO AUR MALINTANG KECAMATAN IV KOTO AUR MALINTANG PADANG PARIAMAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

NURUL HIKMAH, - (2019) TRADISI MAHIYEH ANAK DARO (PENGANTIN BARU) DALAM PERNIKAHAN ADAT DI JORONG LANCANG KENAGARIAN III KOTO AUR MALINTANG KECAMATAN IV KOTO AUR MALINTANG PADANG PARIAMAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.

[img]
Preview
Text
BAB IV DAN V.pdf

Download (513kB) | Preview
[img]
Preview
Text
GABUNGAN KECUALI BAB IV DAN V.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul: Tradisi Mahiyeh Anak Daro (Pengantin Baru) dalam Pernikahan Adat di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman Ditinjau dari Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya tradisi mahiyeh anak daro (pengantin baru) di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman, bukanlah sebagaimana mahiyeh anak daro (menghias pengantin) yang dilakukan pada umumnya, tetapi dengan mahiyeh anak daro maka anak daro bisa cantik dengan pamanih, dapat mamaga (melindungi) diri anak daro dari orang yang berniat jahat atau sihir dengan mantra-mantranya dan juga dapat mengetahui apakah anak daro yang dihiyeh tersebut masih gadis atau tidak. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan, apakah tradisi ini dibenarkan menurut hukum Islam, mengingat adanya pamanih, pamaga dengan mantra-mantra serta dapat menentukan gadis atau tidaknya anak daro. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tradisi mahiyeh anak daro (pengantin baru) dalam pernikahan adat di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman dan bagaimana tinjauan hukum Islam tentang tradisi mahiyeh anak daro (pengantin baru) dalam pernikahan adat di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tradisi mahiyeh anak daro (pengantin baru) dalam pernikahan adat di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang tradisi mahiyeh anak daro (pengantin baru) dalam pernikahan adat di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang berlokasi di Jorong Lancang Kenagarian III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah anak daro, tuo anak daro, orang tua anak daro dan ninik mamak, dan objek penelitian ini adalah tradisi mahiyeh anak daro. Total populasi penelitian ini berjumlah 18 orang, dan untuk sampel penulis menggunakan teknik total sampling. Sumber data dalam penelitian ini ialah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara, kuesioner, studi kepustakaan dan dokumentasi dengan menggunkan teknis analisis data deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini bahwa tradisi mahiyeh anak daro (pengantin baru) ini ada yang dibolehkan dalam Islam dan ada yang tidak dibolehkan dalam Islam. Alasan dibolehkannya ialah karena memenuhi syarat etika berhias dalam Islam,, tidak menimbulkan mafsadat dan menghilangkan mashlahat, tidak menimbulkan kesulitan sehingga dapat diterima masyarakat Lancang dan berlaku umum. Alasan tidak dibolehkannya karena terdapat unsur syirik yaitu adanya mantra-mantra.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Agama > 290 Agama Selain Kristen > 297 Islam > 297.5 Etika Islam, Praktik Keagamaan > 297.577 Perkawinan Menurut Islam, Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyah)
Depositing User: fasih -
Date Deposited: 07 Oct 2019 04:08
Last Modified: 18 Oct 2019 08:58
URI: http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/21018

Actions (login required)

View Item View Item